Berita Sungai Penuh

Biaya Parkir di MKS Sungai Penuh Dikeluhkan Masyarakat, Oknum Dishub Pungut Rp 5.000 untuk Mobil

Area Parkir eks Minum Kawo Squwer (MKS), menuai kritikan dari sejumlah masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut.

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Herupitra/tribunjambi
Ganggu Pengguna Jalan, Kendaraan yang Parkir di KTL Ditertibkan 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Area Parkir eks Minum Kawo Squwer (MKS), menuai kritikan dari sejumlah masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut.

Pasalnya, eks Area MKS belum diresmikan menjadi tempat Parkir karena masih menunggu Perwako. Namun, Dinas Perhubungan Sungai Penuh malah memungut retribusi parkir.

Ironisnya, uang retribusi yang dipungut oleh oknum petugas Dishub Sungai Penuh, melebihi Perwako, yakni Rp 5000 rupiah untuk kendaraan roda Empat.

"Ya, saat saya keluar dari tempat Parkir di MKS, saya tanya berapa retribusinya petugas Dishub sebutkan Rp 5000, biasanyakan Rp 2000," ungkap salah seorang warga yang parkir di MKS.

Menurutnya, jika memang MKS itu tempat resmi untuk Parkir tidak boleh memungut Parkir yang melebihi Perwako.

"Seharusnya tidak boleh melebihi dari Perwako, apalagi yang memungutnya petugas Dishub," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, Yuliman, saat dikonfirmasi Selasa (19/04) kemarin, membenarkan bahwa area MKS belum diresmi menjadi tempat parkir karena masih menunggu Perwako.

"Kalau resminya belum, karena kita masih menunggu Perwakonya, karena bulan Puasa tidak susah mencari tempat parkir maka kami gunakan MKS jadi tempat Parkir," jelasnya.

Kadishub Sungai Penuh ini pun mengakui bahwa petugasnya dari Dishub yang menarik Retribusi Parkir di area MKS, selama Ramadhan.

Lantas dikemanakan uang retribusi Parkir MKS itu ? Kata Yulisman, untuk uang Parkir tersebut setor ke Dishub sebanyak Rp 75 ribu per harinya.

"Uang Rp 75 ribu itu untuk petugas yang butuh berbuka setiap harinya dijalan, kemudian untuk pemeliharaan portal," ucapnya.

Ditanya banyakan keluhan masyarakat penarikan retribusi parkir Rp 5000 ? Kata Kadishub pihaknya tidak pernah mematokan uang parkir melebihi Perwako.

"Kalau ada yang memberikan Rp 5000 itu, karena keikhalasan dari pemilik mobil, kami tidak pernah mematok harga sebanyak itu," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ini yang Disampaikan Wali Kota Sungai Penuh saat Safari Ramadan ke Masjid Baiturrahim Koto Dian 

Baca juga: Dua Ledakan Terjadi Saat Aksi Demo Mahasiswa Kerinci-Sungai Penuh

Baca juga: Wakil Wali Kota Sungai Penuh Jelaskan Perlunya TPS 3R

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved