Cara Mudah Mengurangi Rasa Nyeri Saat Haid, Coba Pola Hidup Sehat Ini

Menstruasi atau haid merupakan hal yang biasa dialami oleh perempuan setiap bulannya. Begini cara mengurangi rasa nyerinya...

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Thinkstockphotos
Ilustrasi haid 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menstruasi atau haid merupakan hal yang biasa dialami oleh perempuan setiap bulannya.

Saat haid, sebagian lady's merasakan nyeri di bagian perut. Rasa nyeri tersebut menjadi suatu hal yang normal dan dapat muncul sebelum atau sewaktu haid.

Kadang rasa nyeri atau sakit saat haid atau mestruasi bisa berlebihan sampai mengganggu aktivitas atau membuat para lady's tidak bisa beraktivitas sama sekali. Rasa sakit berlebih ini yang perlu para lady's waspadai.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ade Permana, Sp OG, KFER Siloam Hospitals Jambi mengatakan baiknya ketika seorang perempuan sudah mendapat siklus haid sebaiknya cek up rutin minimal tiga bulan atau enam bulan sekali untuk melihat kesehatan organ reproduksinya.

"Apalagi kalau sudah disertai adanya nyeri haid yang mengganggu sebaiknya diperiksakan," ujar Ade.

Rasa nyeri haid yang berlebih bisa juga karena tingkat sensitifitas tubuh terhadap rasa nyeri rendah.

"Seorang perempuan mengalami nyeri haid dan dia tidak bisa mengkompensasi nyerinya, dalam arti mengkompensasi itu misalnya ketika dia haid merasakan nyeri semua terputus aktivitas nggak bisa beraktivitas harus periksakan dulu, dan bisa saja ketika diperiksakan ternyata organ reproduksinya normal, tapi tingkat sensitifitas dia terhadap nyeri agak rendah, kontraksinya enggak terlalu kuat tapi merasakan nyeri yang hebat, kalau seperti itu dismenore atau nyeri haid yang sifatnya primer jadi penyebabnya hanya nyeri," jelasnya.

"Tidak ada kista, tidak ada miom, gak ada masalah dengan organ reproduksinya, Nah itu kadang-kadang cukup diberikan antinyeri saja udah enggak ada masalah," tambah Ade.

Rasa nyeri juga belum tentu menunjukkan tanda-tanda bahaya. Jadi baiknya perempuan setelah mendapatkan siklus haid melakukan cek up rutin minimal satu kali enam bulan.

Ade juga menyarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dan menkonsumsi makanan yang bergizi. Agar terhindar dari gangguan pada organ reproduksi khususnya ovarium.

"Seorang perempuan, seorang remaja, itu kebiasaan makannya tidak terjaga dalam arti kata dari aspek gizi dari aspek kesehatan untuk makanan yang dimakan itu bisa menyebabkan adanya gangguan-gangguan pada reproduksinya, pada ovariumnya khususnya. Sehingga akhirnya kadang bisa menyebabkan muncul gangguan, bukan hanya gangguan nyeri saat haid bisa juga siklusnya yang berubah, jumlah darah yang keluar jadi ya dianjurkan untuk remaja-remaja, para perempuan ya khususnya sebaiknya pola hidupnya yang sehat," jelas Ade.

"Istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, makan makanan yang bergizi, insyaallah organ reproduksi normal insyaallah siklus haid normal dan nyerinya berkurang," tambahnya.

Mengkonsumsi obat nyeri saat haid diperoleh. Jika hasil pemeriksaan atau cek up menunjukkan tidak ada masalah pada organ reproduksi.

"Saat nyeri haid apalagi sampai mengganggu aktivitas, tidak meminum obat itu malah tidak bagus, tetapi periksakan dulu jika ada masalah," ucapnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Cara Menghindari Nyeri Saat Bangun Tidur, Cukup Satu Bantal di Posisi yang Strategis

Baca juga: Cara Meredakan Nyeri Haid, Minum Jamu Kunyit Asam

Baca juga: Gejala Pembekuan Darah, Nyeri Kaki Seperti Kram Betis

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved