Orangtua Syok Lihat Anaknya Keluar Kamar, Pelajar di Merangin Diduga Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Seorang pelajar di Kecamatan Renah Pembarap diamankan polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur sesama jenis.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Seorang pelajar di Kecamatan Renah Pembarap diamankan polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur sesama jenis.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunjambi.com, tindak asusila itu dilakukan pelaku pada Kamis (27/1/2022) lalu. 

Kejadian itu berlangsung di kamar rumah pelaku berinisial TF (16), warga Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Dugaan telah terjadinya hubungan badan sesama jenis (homoseksual) itu bermula orang tua korban mencari keberadaan anaknya.

Sebut saja Bujang, saat itu berada di rumah nenek ingin dijemput orang tuanya, namun tidak ditemukan.

Orangtua Bujang langsung menuju rumah terduga pelaku pencabulan memanggil nama korban. Namun tak kunjung dijawab meski sudah teriak-teriak.

Orang tua korban yang masuk ke rumah tersebut syok melihat anaknya yang baru keluar dari kamar dengan merapikan pakaiannya.

Baca juga: Kasus Pencabulan hingga Penganiayaan Terjadi di Ponpes, Ketua Komisi lV DPRD Jambi Angkat Bicara

Karena curiga, korban yang ditanyai pun menyebutkan bahwa pelaku telah berbuat tidak senonoh kepadanya.

Tidak terima terhadap perlakuan pelaku yang diduga telah mencabuli anaknya, orang tua Bujang pun melaporkannya ke pihak berwajib. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut tim Satreskrim Polres Merangin melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara tersebut.

Kapolres Merangin melalui Kasat Reskrim, AKP Indar Wahyu mengakui kejadian tersebut dan mengatakan telah mengamankan pelaku. 

"Iya benar (dugaan pelecehan seksual), pelaku TF (16) sudah diamankan dan sedang diproses oleh Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," ujarnya.

Baca juga: Pencabulan Anak Bawah Umur di Tebo, Selain Ayah dan Kakek, Pacar Korban Ikut Ditahan

Sejumlah barang bukti juga dikatakan AKP Indar diamankan. "Barang Bukti yang kita amankan berupa satu lembar baju abu-abu merah dan satu lembar celana biru dongker milik korban," tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Hal tertuang dalam Pasal 76E Junto Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved