Kunjungan Mensos di Jambi
Resmikan Community Center di Batanghari, Mensos Risma Berharap Anak SAD Mampu Kejar Ketertinggalan
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kedua kalinya mengunjungi Kabupaten Batanghari, Jambi pada Rabu (16/3/2022).
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tak lupa, dia juga menyinggung perempuan SAD yang karena alasan adat tidak dihadirkan pada acara seremonial.
"Kenapa ngga hadir? Nggak boleh ya. Nanti saya akan ajari ibu-ibu menenun dan menjahit," katanya.
Diinformasikan sebelumnya bahwa pembangunan community center dilakukan dengan bersinergi bersama dunia usaha yakni dengan SKK Migas-Petro China Internasional Jabung melalui program CSR dengan nilai Rp199.328.000.
Dengan dukungan APBN pembangunan fasilitas air bersih dan MCK komunal di dua titik dengan nilai Rp199.000.000.
Kemudian dibangun pula sarana pendukung seperti solar cell, sound system, perpustakaan dan sebagainya dengan nilai Rp77.894.641.
Kemensos juga menyalurkan bantuan melalui dana hibah dalam negeri untuk 132 KK berupa paket tambahan nutrisi anak, sembako keluarga, perlengkapan keluarga, bibit tanaman, TV 40 inch dengan nilai Rp99.962.000.
Selain itu, dari Gramedia juga menyerahkan bantuan berupa buku edukatif sebanyak 200 eks.
Sebelumnya, selama pandemi, telah diberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar 300 ribu perbulan. Saat ini, bantuan sudah beralih ke program bansos regular berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
SAD Sungai Terap terdiri dari lima Temenggung dengan jumlah total 169 KK yang memperoleh pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan (kulin KK) dari Menteri LHK Nomor SK.6838/MENLKH-PSKL/PKPS/PSL.0/10/2018 atas lahan seluas ± 114 hektare, dengan ketentuan hasil penyadapan karet tetap dijual kepada pihak PT Wahana Perintis sesuai harga pasar.
Sebagai penerima Kulin KK, mereka dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan usaha di areal tersebut antara lain usaha pemanfaatan kawasan, usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan usaha pengembangan agroforestry, silvofishery dan silvopasture.
SAD di lokasi ini masih hidup di dalam sudung-sudung atau pondok terpal sehingga diperlukan pendekatan layanan sosial melalui community center.
Yang utama dari community adalah pendampingan dan layanan sosial dasar yang berkelanjutan. Konsep shelter yang diharapkan warga ialah yang terintegrasi dengan kegiatan layanan sosial baik kesehatan, pendidikan, ekonomi, peningkatan kapasitas dll.
Baca juga: Menteri Sosial Tri Rismaharini Kembali Kunjungi SAD di Kabupaten Batanghari
Baca juga: Hasil Tes Urine Lima Sopir Truk Batu Bara di Batanghari Positif, Kabid BNNP Jambi: Jangan Coba Lagi
Baca juga: Polda Jambi Masih Buru Satu Tahanan Polres Batanghari yang Kabur