Breaking News:

Tilang Elektronik Satlantas Polresta Jambi Rekam 36 Ribu Pelanggar dan Blokir 200 Kendaraan

Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik Satlantas Polresta Jambi, berhasil merekam 36.308 pelanggaran sejak April 2021

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI/ARYO TONDANG
TILANG ELEKTRONIK - Petugas memantau pengendara di Traffic Management Control (TMC) Satlantas Polresta Jambi, dan yang melanggar akan dikirimkan surat tilang ke rumah pelanggar 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik Satlantas Polresta Jambi, berhasil merekam 36.308 pelanggaran sejak April 2021 hingga November 2021.

Kasat Lantas Polresta Jambi, Kompol Aulia Rahmad mengatakan, khsus bulan November, ETLE mencatat 11.425 pelanggaran.

Dari total pelanggaran yang terekam, kata Aulia, pihaknya sudah menindak sebanyak 200 sanksi blokir, karena tidak merespon surat konfirmasi yang dikirim ke alamat kendaraan yang terekam melanggar.

Dengan sanksi pemblokiran ini, kata Aulia, pengurusan surat atau pajak kendaraan di kantor Samsat tidak dapat dilakukan, sebelum proses sanksi tilang ETLE terlebih dahulu diselesaikan di Polresta Jambi.

"Jadi, proses pembayaran pajak oleh pemilik kendaraan atau kendaraan yang terekam melanggar, otomatis terblokir di Samsat. Jadi wajib selesaikan tilang Etle ya dulu," kata Aulia, Kamis (13/1/2022) sore.

Diberitakan Tribun sebelumnya, dalam peresmian ETLE pada Februari 2021 lalu, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengatakan, dalam penegakan hukum ETLE, denda yang harus dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Adapun cara kerja ETLE, yakni, saat melakukan pelanggaran, kamera ETLE akan menangkap gambar kendaraan bermotor (ranmor) yang melanggar aturan lalu lintas. Setelah itu, hasil tangkapan gambar tersebut terkirim langsung ke pusat data di TMC Polda.

Pemilik kendaraan bisa mengklarifikasi jika saat itu kendaraannya dikendarai orang lain, atau kendaraan itu sudah bukan lagi miliknya namun belum dilakukan balik nama.

Sesudah klarifikasi, pelanggar mendapatkan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran, serta kode BRI virtual sebagai kode pembayaran melalui Bank BRI. Pembayaran bisa dilakukan lewat bank atau mengikuti sidang sesuai jadwal yang ditentukan. Pelanggar memiliki waktu 7 hari lagi setelah proses klarifikasi untuk membayar denda.

Jika pelanggar tidak segera membayar denda tilang, maka STNK kendaraannya akan terblokir dan tidak bisa diperpanjang. STNK akan kembali aktif, setelah pelanggar membayar denda tilang. Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jenis pelanggaran yang kena tilang elektronik meliputi, pelanggaran sabuk keselamatan atau seat belt, penggunaan alat elektronik pada saat mengemudi dan pelanggaran rambu marka atau traffic light yakni menerobos lampu merah, parkir tidak pada tempatnya, pelanggaran batas kecepatan, kesalahan jalur, kelebihan daya angkut dan dimensi.

Bagi daerah yang belum menerapkan sistem ETLE, tilang manual masih diberlakukan. Namun demikian ditengah pandemi Covid-19 ini, penindakan atau penegakan hukum pelanggaran dilakukan persuasif, humanis dan edukatif. Kecuali pelanggaran berat yang mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain tetap ada penindakan hukum yang tegas.

Baca juga: Pemkot Jambi Tanda Tangan MoU Bantuan Dana Pengiriman Bukti ETLE untuk Kuatkan Tilang Elektronik

Baca juga: Pelaksanaan Tilang Elektronik di Jambi, Polisi Kirim 100 Surat Konfirmasi Tilang ke Rumah Pelanggar

Baca juga: Pelat Palsu & Kendaraan Tanpa Pelat Tak Terdeteksi Tilang Elektronik, Dirlantas: ke Depan ETLE Mampu

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved