Breaking News:

Berita Jambi

WIKIJAMBI Prasati Karang Berahi Satu-satunya Prasasti di Jambi, Ada Kutukan di Dalamnya

Berita Jambi-Kabupaten Merangin memiliki peninggalan sejarah dari zaman kerajaan Sriwijaya berupa Prasasti Batu Bertulis yang dinamai Prasati Karang..

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
DARWIN SIJABAT/TRIBUNJAMBI
Prasati Karang Berahi Satu Satunya Prasasti di Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kabupaten Merangin memiliki peninggalan sejarah dari zaman kerajaan Sriwijaya berupa Prasasti Batu Bertulis yang dinamai Prasati Karang Berahi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Prasasti Karang Berahi merupakan sebuah prasasti dari zaman kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pada tahun 1904 oleh Kontrolir L M Berkhout di tepian Batang Merangin.

Prasasti yang terbuat dari batu Andesit dengan ukuran 90 x 90 x 10 centimeter itu terletak di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi.

Prasasti ini berbahasa Melayu Kuno ditulis dalam aksara Pallawa, dengan pertanggalan abad ke 7 Masehi sekitar tahun 680-an.

Isinya tentang kutukan bagi orang yang tidak tunduk atau setia kepada raja dan orang-orang yang berbuat jahat.

Kutukan pada isi prasasti ini mirip dengan yang terdapat pada Prasasti Kota Kapur dan Prasasti Telaga Batu yang ditemukan di Bangka, dan di Palembang.

Penaklukan Jambi oleh Sriwijaya sendiri telah terbukti dari pernyataan I-tsing tahun 685 Masehi saat pulang dari India dan mengatakan bahwa Jambi (Kerajaan Melayu) sudah menjadi bagian dari Sriwijaya.

Meski jarang terekspose, Batu Bertulis di Karang Berahi, Kabupaten Merangin banyak diminati wisatawan. Bahkan kata H Nasir, selaku Juru Pelihara Prasasti Batu Bertulis bahwa sebelum pandemi Covid-19 wisatawan dari dan luar Jambi sengaja datang ke desanya.

Batu bertulis yang diketahui merupakan sebuah prasasti dari zaman Sriwijaya, yang ditemukan pada tahun 1904 oleh kontroler L.M. Berkhout di tepian sungai Batang Merangin ini terletak di Desa Karang Birahi, Kecamatan Pamenang.

Seanjutnya, Prasasti ini juga teridentifikasi menggunakan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu kuno, yang berisi tentang kutukan bagi orang yang tidak tunduk atau setia kepada raja, serta orang-orang yang berbuat jahat.

Selain itu, Batu bertulis di Merangin ini berukuran sekitar 90 x 90 x 10 cm. Pada bagian bawahnya telah patah, dan berbentuk seperti separuh telur.

Prasasti ini sangat dijaga dan dirawat keberadaannya. Karena banyaknya peminat wisata untuk mengetahui asal-usul prasasti ini atau hanya sekedar melihat.

Nasir menyebutkan bahwa Batu Bertulis tersebut merupakan satu satunya prasasti yang ada di Provinsi Jambi.

"Kalau di Jambi iya, ini satu satu prasasti," katanya di lokasi prasasti.

Dari pantauan tribunjambi.com, prasasti tersebut ditutupi lapisan kaca bening. Sehingga masih dapat dilihat tulisannya. Bahkan sekeliling prasasti tersebut dikelilingi pagar dan tepat diatas Batu Bertulis tersebut dibutakan pendopo. (Darwin Sijabat)

Baca juga: WIKIJAMBI Pernah Jadi Primadona di Masanya, Kini Bioskop di Bungo Jadi Sarang Walet dan Uji Nyali

Baca juga: WIKIJAMBI Di Sarolangun Pria Ini Kembangkan 70 Jenis Bibit Anggur di Atas Ruko

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved