Berita Sarolangun
WIKIJAMBI Di Sarolangun Pria Ini Kembangkan 70 Jenis Bibit Anggur di Atas Ruko
Berita Sarolangun-Buah anggur memiliki ragam warna dan bentuk, seperti buah anggur yang ditanam Niko di kebun anggurnya
Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Buah anggur memiliki ragam warna dan bentuk, seperti buah anggur yang ditanam Niko di kebun anggur yang berada di atas Rumah Toko (ruko) tiga pintu miliknya, di Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Beragam jenis anggur berwarna keunguan, hijau muda, hingga berbentuk jari keliling dan bulat terdapat di kebun anggur milik Niko bapak dua anak tersebut.
Niko memanfaatkan ruko miliknya dan sebagian halaman rumah yang sempit menjadi perkebunan buah anggur dengan 70 jenis bibit yang berbeda di atas ruko dan sebagian halaman rumah.
Ada 100 batang anggur dari 70 jenis buah yang saat ini berada di atas ruko, sesambil berdagang pakaian di pasar. Niko di bantu sang istri merawat puluhan jenis anggur tersebut.
Berawal dari satu jenis bibit dan hanya satu batang saja, dalam beberapa waktu kemudian memiliki buah hingga memperbanyak bibit dari satu batang saja.
Sebab, anggur yang kita dapatkan di toko-toko buah bukan berasal dari perkebunan anggur Indonesia, melainkan buah anggur impor. Hal ini menjadi potensi yang lumayan besar menurut Niko.
Awal mula menggeluti bidang ini, dirinya belajar secara otodidak lalu belajar dari video berbagai sosial media dan video karya orang lain, serta bertanya kepada orang yang memiliki hobi yang sama dengan dirinya.
Fokus Niko bukanlah untuk menjadi tukang kebun yang menjual hasil buah. Melalui sosialisasi yang terus dikembangkan via daring, Niko lebih fokus menjual bibit dengan 70 jenis tersebut hingga kepenjuruh negeri, dari Sabang sampai Merauke asalkan terjangkau ekspedisi.
Bukan hanya pulau Jawa, permintaan bibit anggur yang kerap di posting di sosial media miliknya juga membuat negeri tetangga juga tertarik. Namun sayang, Niko belum dapat menjamin keamanan bibit yang harus di kirim ke luar negeri.
Bibit yang dipasarkan Niko di Facebook miliknya di jajakan dengan rata-rata tinggi mencapai 50 cm. Dirinya menjual bibit dari harga Rp100 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung dari jenisnya.
Jenis di hargai lumayan tersebut bernama red pepper, dibandrol dengan harga Rp. 500 ribu.
Mengenai pendapatan sebagai penjual bibit anggur, Niko tak mau menyebutkan secara rinci pendapatan. Dia hanya menggambarkan, dalam satu orang yang membeli bibit darinya sering membeli bibit lebih dari satu bahkan hingga puluhan.
Sejak empat tahun lalu Niko mulai menyalurkan hobinya menanam buah anggur tak terlalu sulit baginya. Hal yang menjadi berat dikala hujan kerap kali turun, sebab tanaman anggur akan muda berjamur.
Dikala hujan kelembaban tanaman anggur menjadi tinggi mengakibatkan tanaman anggur lebih mudah terserang jamur. Harus lebih ekstra perawatan saat musim hujan.
Pada saat musim panas Niko hanya menyirami tanaman anggur miliknya satu kali dalam satu hari, hal ini dikarenakan anggur yang ditanam di atas planter bag. Saat hujan tidak perlu lagi di siram air.