Berita Batanghari
Penderita HIV/AIDS Tak Perlu Minder atau Takut Menikah, Kadiskes Batanghari Ungkap Ini
Berita Batanghari-Penderita Human Immunodeficiency Virus Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) tak perlu minder atau takut menikah
Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
"Supaya sewaktu melahirkan aman dan tidak menularkan kepada anak. Contohnya kalau ibu hamil terkena HIV/AIDS kita siapkan persalinan operasi supaya tidak menular ke anaknya," katanya.
Ibu positif HIV/AIDS tidak dianjurkan menyusui secara langsung karena ada potensi penularan. Menurut Elfi, usai melahirkan anak pertama, sang ibu masih tetap bisa melahirkan anak kedua dan selanjutnya.
"Kita akan melakukan upaya infeksi tersebut tidak menular ke bayi," ucapnya.
Masalah HIV AIDS, kata dia, semua pasien harus ditangani sesuai standar dan sudah ada acuan pengobatannya. Obat tersebut dari Kementerian Kesehatan, namanya obat untuk program HIV AIDS.
"Obat ini kita sebut Anti Retro Viral (ARV)," ucapnya.
RSUD HAMBA Muara Bulian sudah mandiri dalam hal pemberian obat. Elfi bilang obat dari Kementerian Kesehatan langsung di drop dan petugas kesehatan langsung menangani.
"Sudah lama ini, sejak saya dari rumah sakit dulu, sudah bisa menangani sendiri. Artinya kita sudah mandiri dalam penanganan pasien," pungkasnya. (*)
Baca juga: Tingkatkan Pemahaman Pencegahan Penularan Penyakit HIV/AIDS di Jambi
Baca juga: Pasien HIV AIDS Capai Puluhan Orang di Batanghari, Dinkes Khawatir Penularan dari Kelompok Ini