Breaking News:

Ini Agenda Pusat Kajian Melayu UIN STS Jambi Kunjungi UGM

Puska Melayu UIN STS Jambi mengadakan kunjungan untuk benchmarking ke Pusat Studi Kebudayaan UGM, Yogyakarta (30/11/2021).

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Puska Melayu UIN STS Jambi mengadakan kunjungan untuk benchmarking ke Pusat Studi Kebudayaan UGM, Yogyakarta (30/11/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pusat Kajian Melayu Kultur dan Peradaban (Puska Melayu) UIN STS Jambi mengadakan kunjungan untuk benchmarking ke Pusat Studi Kebudayaan UGM, Yogyakarta (30/11/2021).

Kunjungan tersebut disambut oleh Sri Ratna Sakti Mulya, selaku Ketua Pusat Studi Kebudayaan UGM dan beberapa anggota Pusat Studi Kebudayaan UGM. Peserta kunjungan dari UIN STS Jambi terdiri atas lima orang yang mewakili setiap Pusat Kajian, yakni Bayu Kurniawan Ketua Pusat Kajian Admisi, Promosi dan Perangkingan Dunia; Ahmad Syukron Prasaja Ketua Pusat Kajian Demografi, Etnografi dan Transformasi Sosial; Imam Arifa'illah Ketua Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan; M. Yusuf Ketua Pusat Kajian Masyarakat Digital; dan Hendra Gunawan Sekretaris Pusat Kajian Melayu Kultur dan Peradaban.

Pada kunjungan ini Hendra Sekretaris Puska Melayu mengatakan bahwa kunjungan tersebut untuk memperkuat silaturahmi, kerja sama dan belajar dari Pusat Studi Kebudayaan UGM dalam mengelola Pusat Studi. 

Menanggapi pernyataan tersebut, Sri Ratna Sakti Mulya langsung mengajak tamu dari UIN STS Jambi untuk ikut terlibat dalam permainan "Sibaya", permainan edukasi budaya Jawa yang merupakan produk dari Pusat Studi Kebudayaan.

"Saat ini kita dihadapkan pada krisis identitas budaya, karena itu, dibutuhkan edukasi ke masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal," ujar Sri.

Baca juga: 21 Calon Enterpreneur Muda UIN STS Jambi Jajakan Produknya di CFD Gubernuran

Pusat Studi Kebudayaan UGM juga membuat program pendidikan berkarakter bagi anak TK, SD, SMP dan SMA untuk mengenalkan budaya lokal Jawa yang mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa juga menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan.

Selain itu rombongan Puska Melayu UIN STS Jambi juga diperkenalkan dengan program lainnya di Pusat Studi Kebudayaan UGM, satu di antaranya membuat batik dengan motif manuskrip kuno.

"Tujuannya, selain mengenalkan manuskrip dalam bentuk batik, masyarakat juga perlu tahu bahwa terdapat nilai edukasi di dalam manuskrip kuno," jelas Sri.

Masih banyak program lainnya di Pusat Studi Kebudayaan UGM yang bisa dipelajari dan ditiru oleh Puska Melayu UIN STS Jambi.

Baca juga: Asah Kreativitas Pemuda, UIN STS Jambi dan BPCB Gelar Festival Seni dan Budaya di Candi Muara Jambi

Hendra Gunawan yang mewakili Puska Melayu UIN STS Jambi sangat berterima kasih kepada pihak UGM, khususnya Pusat Studi Kebudayaan UGM yang telah menerima dan ingin berbagi ilmu dalam pengelolaan Pusat Studi. 

"Kami berharap hubungan UIN STS Jambi dan UGM tidak hanya sebatas kunjungan benchmarking, namun bisa berlanjut pada kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved