Breaking News:

Berita Jambi

Dua Mahasiswa Dapat Kekerasan Fisik dari Sopir Petinggi Universitas Jambi Saat Unjuk Rasa

Seorang sopir dari Wakil Rektor III Universitas Jambi diduga melakukan kekerasan fisik terhadap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa pada Jumat (19/11/

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Darwin Sijabat
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang sopir dari Wakil Rektor 3 Universitas Jambi diduga melakukan kekerasan fisik terhadap mahasiswa yang melakukan unjuk rasa pada Jumat (19/11/2021) sore.

Setidaknya ada dua orang mahasiswa yang mendapatkan kekerasan fisik tersebut yakni Agustia Gafar dan Azril Habibi.

Agustia Gafar adalah Koordinator aksi sementara Azril Habibi adalah Ketua Komisi 1 Majelis Aspirasi Mahasiswa yang juga ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Agustia menyebut bahwa sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unja pada Jumat kemarin melakukan aksi unjuk rasa.

Pihaknya ingin bertemu dengan petinggi Unja untuk melakukan audiensi terkait dengan kebijakan melakukan Plt Ketua BEM se-Universitas Jambi dengan tidak melibatkan mahasiswa.

"Aksi ini kami lakukan dengan damai dan aman. Aksi ini dilakukan pertama di depan rektorat, kemudian ke pelataran rektorat dan kemudian kembali lagi ke depan rektorat. Jadi awalnya memang ingin melakukan audiensi dan menyampaikan tuntutan kita," ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, kata Agustia dirinya mendapat perlakukan kekerasan dari seorang pria yang diduga sebagai sopir dari Wakil Rektor 3 Unja. Ia mendapat pukulan dan

"Yang bersangkutan awalnya ada cekcok dekan rekan saya kemudian saya mendekat lalu baju saya di tarik dan saya di tendang. Namun waktu itu masih kondusif, kami masih ingin aksi damai dan tujuan tadi audiensi," katanya.

Usai mendapat perlakuan tersebut, aksi unjuk rasa tadi masih dilanjutkan.

Hingga akhirnya pihak mahasiswa mendapat informasi bahwa Wakil Rektor 3 Unja akan pergi dari kampus dengan menggunakan mobil dinasnya.

Terhadap informasi tersebut, sejumlah mahasiswa mencoba untuk memberhentikan mobil plat merah yang digunakan oleh WR 3.

Setelah itu mobil berhenti dan tiba-tiba keluar dari pintu pengemudi seorang pria yang diduga sebagai sopir WR 3 melakukan pemukulan.

"Dia turun dan langsung memukul, meninju dan menjambak rambut dari rekan saya yaitu Azril. Kemudian dia ambil ranting kayu yang kita tidak tau untuk apa, beruntungnya ada satpam dan rekan mahasiswa yang melerai. Kita melihat aksi ini sudah seperti preman sekali di kampus ini," pungkasnya.

Baca juga: Unjuk Rasa di Kejari Merangin, 7 Orang Perwakilan Aksi Dengarkan Penjelasan Kajari

Baca juga: Laporan Penggelapan Dana Desa Tanpa Perkembangan, Warga Koto Renah Unjuk Rasa di Kejari Merangin

Baca juga: Heboh Siswi SMP di Maluku Nikah Dengan Tokoh Agama, Guru dan Teman Unjuk Rasa

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved