Breaking News:

Berita Merangin

Laporan Penggelapan Dana Desa Tanpa Perkembangan, Warga Koto Renah Unjuk Rasa di Kejari Merangin

Tiga bulan laporan dugaan penggelapan Dana Desa tanpa perkembangan, warga Koto Renah, Kecamatan Jangkat unjuk rasa di depan Kejari Merangin...

Darwin Sijabat
Tiga bulan laporan dugaan penggelapan Dana Desa tanpa perkembangan, warga Koto Renah, Kecamatan Jangkat unjuk rasa di depan Kejari Merangin... 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tiga bulan laporan dugaan penggelapan dana desa tanpa perkembangan, warga Desa Koto Renah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin unjuk rasa di depan Kantor Kejari Merangin, Senin (15/11/2021).

Unjuk rasa yang dilakukan warga itu atas dasar laporan yang ditujukan ke Kejari Merangin itu atas dugaan penggelapan dana desa oleh Kepala desa.

Untuk itu mereka menuntut dan mempertanyakan sejauh mana perkembangan atas laporan mereka sejak tiga bulan lalu.

"Sudah tiga bulan kami melaporkan dugaan penggelapan dana desa, namun sampe sekarang tidak tahu bagaimana perkembangannya," ujarnya.

Mereka meminta Kejari memberikan kejelasan dan segera menindaklanjuti atas dugaan tersebut. Sebab sejak dua tahun belakangan perangkat desa, dan BPD tidak menerima gaji.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Koto Renah, Kacamatan Jangkat, Kabupaten Merangin dilaporkan ke Polres Merangin dan Kejaksaan Negeri Merangin.

Budi, Ketua BPD Desa Koto Renah mengatakan bahwa dilaporkannya Doni Espa selaku Kades ke pihak berwajib merupakan buntut dari beberapa kegiatan dalam APBDes Desa tahun 2018 dan 2019 tidak terlaksana.

Bahkan kata Budi, Kepala desa tersebut tidak memberikan penjelasan mengapa pengerjaan tersebut tidak dilaksanakan.

Diantara pekerjaan tersebut yakni Proyek BOX Reservoar tahun 2019, Proyek pos ronda tahun 2019, Proyek Drainase tahun 2019, pembangunan pusat belajar tahun 2019, pembangunan turap tahun 2018.

Selain itu, pembangunan sarana air bersih tahun 2018, proyek pasar desa tahun 2018, proyek tong sampah tahun 2018, pengadaan tenda desa tahun 2019, kegiatan pemuda dan olahraga tahun 2019, hingga bantuan dana pemberantasan hama babi 2019.

Sehingga pihaknya membuat laporan dengan perihal dugaan penggelapan Dana Desa oleh Doni Espa selaku Kades Koto Renah.

Budi mengatakan dengan ulah yang seperti itu membuat masyarakat Koto Renah tidak mengakui Doni Espa sebagai Kepala Desa.

Hingga berita ini dinaikkan, unjuk rasa masih berlangsung di depan Kantor Kejaksaan Negeri Merangin.

Baca juga: Kasus Dugaan Penggelapan Dana Desa Kades Koto Renah, Kejari Merangin Bakal Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Aset Desa Berupa TKD Senilai Rp 3,9 Miliar Berhasil Diselamatkan Kejari Merangin

Baca juga: Kejari Merangin Panggil Kadinkes dan OPD soal Serapan Anggaran Covid-19

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved