Breaking News:

Kesaksian MU Dirudapaksa Polisi Saat Hamil dan Diperas Rp 150 Juta: Kami Gak Sanggup

Enam personel Polsek Kutalimbaru menjalani sidang kode etik di Polrestabes Medan, Kamis (11/11/2021).

HO/Tribun Medan
MU (19), korban rudapaksa yang dilakukan oleh oknum polisi di Polsek Kutalimbaru saat menghadiri sidang kode etik di Polrestabes Medan, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - MU (19), korban rudapaksa yang dilakukan oleh oknum polisi di Polsek Kutalimbaru ikut menghadiri sidang kode etik di Polrestabes Medan, Kamis (11/11/2021).

MU hadir mengenakan sarung dan hijab berwarna abu-abu. Ia nampak berjalan tertatih-tatih karena baru 10 hari melahirkan.

Ia didampingi keluarga dan kuasa hukumnya. Nampak pula anak yang baru dilahirkannya turut dibawa.

Dia diminta memberi kesaksian saat enam personel Polsek Kutalimbaru menjalani sidang kode etik di Polrestabes Medan.

Enam polisi itu disidang lantaran diduga melakukan pelanggaran saat melakukan penggrebekan kasus narkoba.

Keenam polisi itu yakni, Aiptu Desvi Ramanda, Aipda Suheri Darwin Berutu, Aipda Heri Kurnia Ryadi, Aiptu Hawa Gurusinga, Aipda Sahri Pohan dan Bripka Rahmad Hidayat Lubis.

Dari pengakuan MU, dia dirudapaksa oleh Bripka Rahmat Hidayat Lubis.

Dia juga bilang diminta uang sebesar Rp 150 juta oleh para polisi dari Polsek Kutalimbaru.

Permintaan itu dilakukan oleh keenam Polisi yang saat itu melakukan penggrebekan di kos-kosannya di Jalan Kapten Muslim Gang Buntu, Kecamatan Medan Helvetia pada 4 Mei 2021.

"Diminta 150 juta, Itu diminta hari itu juga. Itu polisi yang enam ini yang minta uang," ujar MU saat diwawancarai, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Sudah Mengarah ke Pelaku, Ada yang Panik Diselidiki Polisi

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved