Berita Jambi

Jambi Berpotensi Kehilangan Atlet Berprestasinya Jika Tak Mampu Berikan Ini

Jambi akan ditinggalkan atlet berprestasinya jika memang Provinsi Jambi tak mampu memberikan anggaran terbaiknya untuk prestasi para atlet.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Monang
Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan. Jambi Berpotensi Kehilangan Atlet Berprestasinya Jika Tak Mampu Berikan Ini 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jambi akan ditinggalkan atlet berprestasinya jika memang Provinsi Jambi tak mampu memberikan anggaran terbaiknya untuk prestasi para atlet.

Pasalnya, Provinsi Jambi menganggarkan Rp 2,9 miliar untuk pembinaan olahraga prestasi selama setahun. 

Untuk membina satu atlet hingga mendapat medali emas di PON berikutnya, Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan membeberkan itu masih kurang.

"Anggaran untuk KONI tahun 2022 Rp 2,9 miliar dan dipotong Rp 450 juta untuk turnamen sepakbola Gubernur Cup," kata Budi Setiawan, Sabtu (6/11/2021).

Budi mengungkapkan, atlet biliar Jambi, Rizki, yang juga peraih 2 keping emas di PON Papua lalu seharusnya dapat memberikan 1 emas lagi untuk Jambi dalam nomor bola 9.

Namun hal itu sirna, sebab stik yang dirinya pakai rusak. Ia pun akhirnya melanjutkan pertandingan dengan performa yang tak maksimal.

"Bahkan, ada salah satu provinsi, tertarik dengan Rizki dan terang-terangan meminang Rizki untuk tampil pada PON besok di Sumut Aceh," beber Budi.

Lanjutnya, provinsi yang tertarik dengan Rizki telah siapkan segala sesuatu untuk Rizky jika mau gabung.

"Bahkan provinsi itu juga sudah menyiapkan pekerjaan untuk Rizky. Kita ? Apa yang bisa berikan untuk atlet dengan dana tidak sampai separuh dana KONI Jambi," jelasnya. 

Sebelumnya, beberapa atlet Jambi juga sudah hengkang membela provinsi lain. Di antara mereka bahkan sukses menyumbang medali emas untuk "daerah" barunya.  

Robi Sujanto adalah satu diantaranya. Lifter Jambi ini berhasil menyumbang medali emas di angkat berat untuk Lampung. 

Sedangkan Iqbal juga sukses tampil bagus untuk Jawa Timur di angkat besi. 

Bukan tidak mungkin akan makin banyak atlet potensial dan berprestasi lainnya yang bakal hengkang jika hanya diberi anggaran Rp2,9 miliar setahun. 

"Masalah pindah daerah, itu keputusan atlet. Kalau kita tidak bisa menyejahterakan mereka dan provinsi lain bisa, masa kita larang mereka pindah. Itu masa depan mereka (atlet) yang tidak bisa diberikan daerah asalnya," ujar salah satu ketua harian cabor bela diri tanpa mau disebut namanya. 

Baca juga: Unja Gratiskan UKT Bagi Mahasiswa Juara PON XX Papua

Baca juga: Pengurus Koni Kota Sungai Penuh Dikukuhkan, Ini Pesan Ketua KONI Provinsi Jambi

Baca juga: Poprov Ditunda Tahun 2023, Ketua Koni Provinsi Jambi Ungkap Alasan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved