Breaking News:

Biaya Umrah Diperkirakan Naik, Jemaah Kini Wajib Karantina di Jakarta dan Tes PCR

Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan revisi Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang penyelenggaraan ibadah umroh.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Ilustrasi ibadah umrah 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan revisi Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang penyelenggaraan ibadah umrah.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Abdullah Saman mengatakan, Kemenag RI tengah menyusun rencana teknis saat umrah di masa pandemi dan menyesuaikannya ke KMA 777 Tahun 2020.

Saat ini pihaknya tengah menunggu KMA tersebut direvisi. Sebab kabarnya nanti juga akan dijelaskan tentang pembiayaan ibadah umrah yang baru.

"Kami tengah menunggu instruksi selanjutnya dari pusat. Informasinya pusat akan merevisi dari KMA yang lama," ungkapnya, Jumat (22/10/2021).

KMA ini akan merevisi KMA Nomor 777 Tahun 2020 tentang harga referensi biaya penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di masa pandemi saat ini.

Ia mengatakan, sebelumnya biaya umrah saat sebelum terjadi pandemi Covid-19 berada diangka minimal Rp 20 juta.

Namun setelah adanya pandemi Covid-19, KMA yang ditandatangani Menteri Agama saat itu, Fachrul Razi di 2020 lalu naik menjadi Rp 26 juta.

"Untuk yang saat ini sepertinya akan naik lagi. Terlebih ada masa karantina nantinya yang akan diselenggarakan terpusat di Jakarta hingga pelaksanaan tes PCR," jelasnya.

Baca juga: Biro Umrah di Jambi Prediksi Biaya Tambahan Saat Umroh Diperbolehkan Sebesar 10 Persen

Baca juga: Arab Saudi Hanya Percaya 4 Vaksin Ini, Bagi Jemaah Umrah Penerima Vaksin Sinovac Wajib Booster

Selain itu juga diungkapkan oleh Saman, pemerintah pusat juga tengah bernegosiasi dengan Arab Saudi mengenai vaksin booster untuk calon jamaah.

"Pusat juga sedang bernegosiasi dengan Saudi, agar vaksin yang kita gunakan paling banyak sepreti sinovac dapat diterima tanpa adanya vaksinasi booster," katanya.

Pasalnya, saat ini pemerintah Arab Saudi hanya memperbolehkan jamaah dengan jenis vaksin Covid-19 tertentu. Sedangkan Sinovac, ungkap Saman tidak termasuk dalam jenis vaksin tersebut.

Perlu diketahui, saat ini terdapat sebanyak 3.492 jamaah yang belum diberangkatkan umrah di Provinsi Jambi.

Padahal saat sebelum terjadi pandemi Covid-19, Provinsi Jambi mampu memberangkatkan sebanyak 6.756 jamaah umrah.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved