Breaking News:

Biro Umrah di Jambi Prediksi Biaya Tambahan Saat Umroh Diperbolehkan Sebesar 10 Persen

Berita Jambi - Biro Umrah di Jambi Prediksi Biaya Tambahan Saat Umroh Diperbolehkan Sebesar 10 Persen

Tribunjambi/Monang
Direktur Biro Jasa Umrah dan Haji PT Chairul Umam Addauli 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktur Biro Jasa Umrah dan Haji PT Chairul Umam Addauli, Dahrizal Dahlan, mengungkapkan dirinya sudah mendata seluruh jamaah umroh yang bironya tangani.

Ini ia lakukan atas surat dari Kementerian Agama RI yang mana seluruh Biro Jasa Umroh untuk mempersiapkan keberangkatan jamaah umrohnya yang tertunda hingga saat ini.

Ia mengatakan terdapat 400 jamaah umroh yang tertunda keberangkatannya dari 2020 lalu di biro jasanya.

"Tentunya ini angin segar ya untuk kita semua. Meski belum ada pernyataan resmi dari Arab Saudi mengenai boleh dibukanya atau tidak untuk kita. Sementara ini yang bisa ibadah umroh hanya yang dari dalam Saudi dan 5 negara tertentu," katanya, Senin (18/10/2021).

Berdasarkan rapat bersama melalui zoom meeting dengan pihak kementerian, dirinya menyatakan pihak pemerintah pusat menginginkan seluruh biro jasa untuk mempersiapkan syarat protokol kesehatan, satu diantaranya vaksinasi Covid-19.

"Pusat meminta kami untuk mempersiapkan vaksinasi. Untuk jamaah umroh yang ada di kami, sudah 90 persen melaksanakan vaksinasi dan itu sebagian besar pakai Sinovac. Sebagian lagi ada yang terkendala karena penyakit penyerta," jelasnya.

Dahrizal mengungkapkan, untuk vaksinasi Covid-19 menggunakan Sinovac, dijelaskan dari kementerian harus menambah vaksin booster agar dapat mengikuti ibadah umroh.

"Kemudian selain masalah vaksinasi, kami juga diminta untuk siapkan perihal hotelnya, perihal masa karantina kurang lebih 20 hari, dan yang paling inti adalah protokol kesehatan," tuturnya.

Hingga sampai saat ini, dari 400 jamaah umroh di biro jasa yang ia pimpin, terdapat tiga jamaah yang membatalkan keberangkatannya.

"Semuanya karena mereka sudah meninggal. Itu langsung kami urus semua pembatalannya. Saat ini tengah proses di kementerian," ucapnya.

Sementara itu mengenai penambahan masa karantina yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 20 hari, ia masih belum dapat memastikan apakah benar dilaksanakan atau tidak ke depannya.

"Yang pasti kami inginnya tidak ada lagi karantina di Jakarta. Kalau pun ada kami harap bisa dilakukan di Jambi saja. Tentu jika itu dilakukan di Jakarta, maka akan ada biaya tambahan nantinya. Kami tidak ingin itu terjadi," paparnya.

Dirinya pun memperkirakan, jika memang nantinya masa karantina diberlakukan oleh pemerintah, maka akan ada biaya tambahan yang mau tidak mau harus dibayarkan oleh jamaah sebesar 10 persen.

"Kurang lebih 10 persen. Namun harapan kami, itu tidak diberlakukan. Karena kasihan para jamaah, sudah menunggu lama dan ada lagi biaya tambahan dibebankan," pungkasnya.

Baca juga: Jamaah Asal Indonesia Diperbolehkan Umroh Melalui Negara Transit yang Diperbolehkan

Baca juga: Pelaksanaan Umroh Karantina 14 Hari di Negara Transit, Penyedia Travel Umroh dan Haji: Lebih Mahal

Baca juga: Soal Pemberangkatan Calon Jemaah Umroh ke Tanah Suci, Ini Kata Kemenag Kota Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved