Breaking News:

Berita Kota Jambi

Wakil Wali Kota Jambi Ajak Stakeholder dan Masyarakat untuk Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Terhadap Anak Tahun 2021, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengajak seluruh stakeholder, instansi terkait dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Hal ini disampaikan oleh Maulana dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap anak, Kamis (21/10/2021) di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jambi.

Maulana menyebut bahwa perlu adanya sosialisasi sebagai upaya pencegahan terhadap kekerasan terhadap anak.

Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa faktor terjadinya kekerasan terhadap anak khususnya di Kota Jambi.

Rumah Dijual
Rumah Dijual (TRIBUNJAMBI)

"Peningkatan kasus pada tahun 2018 dan 2019 disebabkan kesadaran masyarakat dan warga yang meningkatkan untuk melaporkan masalah tersebut kepada pemerintah. Sementara peningkatan kasus pada tahun 2020 disebabkan warga yang perekonomiannya menurun dan sebagian berujung terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Jambi dua tahun terkahir. Terdata pada 2020 terdapat 53 kasus sementara Januari-Oktober 2021 ada 58 kasus.

Disisi lain, fakto lain yang terjadi di 2021 ini menurut Maulana terkait dengan kondisi pandemi.

"Jadi kalo kita lihat selama pandemi ini terkait dengan kekerasan terhadap anak karena faktor ekonomi dan belajar daring. Jadi orang tua sudah sulit ekonomi kemudian anak ada di rumah belajar daring. Jadi anak menjadi pelampiasan terhadap emosi orang tua karena ekonomi," ungkapnya.

Hal lain, di ungkapkan oleh Maulan bahwa ada permasalahan anak yang kini mulai terjadi seperti halnya munculnya manusia silver dan hal yang lainnya yang merupakan anak-anak dengan indikasi ekploitasi.

Hal ini menjadi permasalahan karena menurut Maulana hal demikian bisa mempengaruhi anak-anak jambi dalam berprilaku.

"Namun di ketahui bahwa hampir 90 persen itu bukan merupakan anak-anak Kota Jambi. Ini menjadi permasalahan kita, meskipun bukan anak Jambi bukan berarti kita mengelak tapi tetap jadi kerja kita. Masalah Kota ini komplek sebetulnya, "pungkasnya.

Baca juga: Angka Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Jambi Meningkat Dua Tahun Terkahir, Ini Kata Wawako

Baca juga: Wakil Wali Kota Jambi Tinjau Vaksinasi di IAIM

Baca juga: Pelaku Kekerasan Terhadap Anak di Tanjung Jabung Barat, 70 Persen Dilakukan Orang Terdekat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved