Kasus Ternak Lele PT DHD
Polda Jambi Resmi Terima Laporan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Lele, Kerugian Capai Rp 2,35 Miliar
Berita Jambi-Jumlah pengaduan korban dugaan penipuan investasi ternak lele, PT Darsa Haria Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama terus bertambah
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Jumlah pengaduan korban dugaan penipuan investasi ternak lele, PT Darsa Haria Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama terus bertambah.
Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram mengatakan, sampai saat ini, pihaknya sudah terima sebanyak 81 pengaduan, dengan toral kerugian mencapai Rp 2,352 miliar.
Tepat pada Senin 18 Oktober 2021 saat ini, pihaknya juga telah menerima satu laporan resmi dari satu di antara korban.
"Benar kita sudah terima satu laporan terkait kasus ini, dan sedang kita dalami lagi," kata Bram, Senin (18/10/2021) malam.
Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Jambi, menjadi korban penipuan investasi ikan lele PT Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama.
Tidak tanggung-tanggung, dari keterangan KJ, satu di antara korban jumlah mitra PT DHD di Jambi, mencapai lebih dari 200 orang, dengan total kerugian mencapai hingga miliaran rupiah.
Baca juga: Melihat Lokasi PT DHD Farm di Sungai Gelam, Ribuan Lele Mati dan Kolam Ditumbuhi Semak
Baca juga: Polda Jambi Terima 27 Laporan, Kerugian Akibat Investasi Ternak Lele di Jambi Mencapai Rp 1,4 Miliar
Baca juga: Polda Jambi Buka Pengaduan Online Buat Korban Investasi Ikan Lele PT DHD
KJ menjelaskan, dalam investasi ikan lele ini sendiri merupakan kerja sama dengan pola bagi hasil.
di mana, pada modal awal mitra DHD membeli atau menanam modal Rp 10 juta per satu kolam, dengan perjanjian dalam satu kali panen, setiap satu kolamnya mendapat keuntungan Rp 960 ribu.
Kata KJ, dalam satu tahun mitra bisa panen hingga 9 kali.
KJ sendiri mengaku menanam modal untuk 5 kolam, dengan total kerugian Rp 50 juta.
"Saya belum ada satu tahun, jadi baru beberapa kali panen, tetapi sudah kejadian seperti ini," kata KJ, saat dikonfirmasi tribun, Kamis (14/10/2021) malam.
Saat ini, kata KJ ia dan sejumlah korban lainnya sudah saling berkomunikasi di dalam sebuah group Whatsaap, di mana, khusus dalam groupnya saja terdapat 209 anggota.
"Ini kan group kami-kami saja, masih banyak group lainnya," katanya.
KJ menjelaskan, masih banyak korban lainnya yang mengalami kerugian lebih besar, yang mencapai hingga ratusan juta rupiah.
"Ada yang sampai nanam modal untuk 20 kolam, ya dikalikan saja Rp 10 juta," bilangnya.