Polda Jambi Terima 27 Laporan, Kerugian Akibat Investasi Ternak Lele di Jambi Mencapai Rp 1,4 Miliar
Sejak dibuka Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi sudah terima 27 pengaduan, dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI-Polda Jambi resmi membuka posko pengaduan investasi ternak ikan lele, PT Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama, Kamis (14/10/2021).
Sejak dibuka Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi sudah terima 27 pengaduan, dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubdit V, Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram.
"Sejauh ini sudah ada 27 laporan, dengan total kerugian Rp 1,4 miliar," kata Bram, Jumat (15/10/2021).
Posko pengaduan ini sendiri resmi dibuka kemarin, Kamis malam.
Sekira kurang lebih 18 jam pasca dibuka, jumlah kerugian sudah mencapai milaran rupiah.
Ke depan, kata Bram, pihaknya akan memanggil satu diantara korban untuk membuat laporan kepolisian ke Polda Jambi.
"Nanti perwakilan korban akan kita arahkan melapor ke Polda Jambi," bilangnya.
Untuk masyarakat yang mengaku mejadi korban investasi ternak lele di Jambi, dapat melakukan pengaduan melalui posko pengaduan online Polda Jambi, dengan mengakses link https://tinyurl.com/pengaduan
Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Jambi disebut menjadi korban penipuan investasi ikan lele PT Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama.
Tidak tanggung-tanggung, dari keterangan KJ, satu diantara korban jumlah mitra PT DHD di Jambi, mencapai lebih dari 200 orang, dengan total kerugian mencapai hingga miliaran rupiah.
KJ menjelaskan, dalam investasi ikan lele ini sendiri merupakan kerja sama dengan pola bagi hasil.
Dimana, pada modal awal mitra DHD membeli atau menanam modal Rp 10 juta per satu kolam, dengan perjanjian dalam satu kali panen, setiap satu kolamnya mendapat keuntungan Rp 960 ribu.
Kata KJ, dalam satu tahun mitra bisa panen hingga 9 kali.
KJ sendiri mengaku menanam modal untuk 5 kolam, dengan total kerugian Rp 50 juta.