Breaking News:

Berita Jambi

Kekerasan Seksual Berbasis Online Menjadi Ancaman, Rata-rata Korban di Bawah Umur

Berita Jambi-Kekerasan berbasis gender online bisa menjadi ancaman karena peningkatan pengunaan internet dan berbagai tekanan ekonomi keluarga.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
BBC INDONESIA
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Pola dan ragam kekerasan seksual mengalami peningkatan terutama di masa pandemi seperti ini.

Kekerasan berbasis gender online bisa menjadi ancaman karena peningkatan pengunaan internet dan berbagai tekanan ekonomi keluarga.

Hal ini disampaikan oleh Zubaida, Direktur Beranda Perempuan. Ia menyebut bahwa kondisi pandemi ini membuat peningkatan kekerasan seksual.

Zubaida bahkan menyebut bahwa kekerasan seksual kini berpola pada basis online.

"Secara nasional kebanyakan peningkatan kekerasan seksual ini berbasis online. Karena ada perubahan pola hidup di kondisi pandemi yang serba online, sekolah online," katanya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Zubaida bahwa tahun ini pihaknya menerima lima laporan terkait dengan kekerasan seksual.

Namun dua kasus di rujukan ke pemberdayaan perempuan sementara tiga ia dampingi langsung.

"Kasus kekerasan seksual itu seperti gunung es bisa terlihat kecil di atas tapi di permukaan lebih banyak," sebutnya.

Di sisi lain, Zubaida mengungkapkan bahwa secara nasional dari tahun 2015, yang menjadi korban pelecehan seksual rerata adalah anak di bawah umur.

Sementara untuk pelaku sendiri disebutkan oleh Zubaida kebanyakan adalah orang terdekat korban.

"Rata-rata itu orang terdekat dari korban, seperti tetangga bahkan keluarga dari korban itu sendiri," pungkasnya. (*)

Baca juga: Begini Upaya Pemkab Batanghari Tangani Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Baca juga: Kekerasan pada Perempuan dan Anak Meningkat saat Pandemi, Kapolres Imbau Kewaspadaan Warga Setempat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved