Wawancara Ekslusif

Anwar Sadat Bicara Potensi Pertanian di Tanjab Barat Hingga Wajah Baru Pariwisata

Banyak terobosan yang dilakukan Anwar Sadat untuk mencapai Visi Misi Kabupaten Tanjung Jabung Barat BERKAH dan bisa lebih dikenal lagi. Apa itu?

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rahimin
tribunjambi/rahimin
Wawancara ekslusif dengan Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat. Anwar Sadat Bicara Potensi Pertanian di Tanjab Barat Hingga Wajah Baru Pariwisata 

Ini yang saya pikir tidak sehat karena akhirnya kita yang punya padi tapi orang lain yang kasih merek dan sebagainya dan mereka juga dapat keuntungan yang besar ya petani kita cuma dapat untuk makan sehari-hari.

Baca juga: Bupati Tanjabbar Anwar Sadat Tinjau Pergantian Mesin PDAM di Parit Pudin

Bagaimana kebijakan kita untuk menumbuhkan semangat petani dan bagaimana hasil padi lokal bisa bergeliat?

Inilah yang saya buat terobosan atau kebijakan dengan mengeluarkan peraturan bupati. Pertama kita buat pangsa pasarnya, kemudian kita buat untuk ASN di haruskan untuk makan beras lokal, tidak lagi dari luar. 

Kemudian mengkonversi tunjangan beras mereka yang setiap bulan dalam bentuk uang saya kembalikan dalam bentuk beras. Beras yang di ambil adalah beras dari petani kita dan Alhamdulillah hari ini kita sudah mencapai satu bulan lebih kurang 40 ton.

Alhamdulillah petani kita jadi semangat dan kemarin saya juga buat kebijakan, ada Bantuan Pangan Non Tunai (BSNT) yang dikelola oleh Dinas Sosial bekerjasama dengan sektor bank. 

BSNT ini adalah bantuan dari pusat yang dalam bentuk uang Rp200 ribu yang penerima manfaat itu ada 192 penerima. Rp 200 ribu itu dikonversi menjadi sembako, artinya tidak dalam bentuk duit atau beras, ada tepung ada minyak dan telur. 

Saya mengambil inisiatif BSNT Rp200 ribu itu ada beras 10 kilo dan beras itu saya katakan harus dari hasil petani kita. Alhamdulillah Insha Allah ini akan berjalan dan kita bekerjasama dengan E- Warung dan E-Warung ini yang mensuplai dari penerima manfaat.

E-Warung kita ada 88 buah dan saya sudah panggil koordinasi, insha allah akan menyerap padi dari petani-petani. Kalo dia dapat menyerap jadi setiap bulan sekitar 190 ton tambah ASN 50 jadi ada sekitar 240 ton setiap bulannya. 

Inilah yang membuat para petani kita merasa bangga dan semangat. Biasanya sudah nanam padi kemudian di giling padi dan untuk makan nah sisanya itu di simpan di atas loteng. Nanti kalo mau makan lagi giling lagi, sehingga tidak menambah income mereka.

Bupati Tanjabbar Anwar Sadat tinjau pergantian mesin PDAM di Parit Pudin
Bupati Tanjabbar Anwar Sadat tinjau pergantian mesin PDAM di Parit Pudin (istimewa)

Bagaimana dengan kualitas beras yang di hasilkan petani kita? 

Memang kualitas petani kita masih melakukan dengan cara konvensial kemudian juga teknologi masih lemah, memang kualitas kita masih premium. Harapan kami, saya menghimbau petani untuk meningkatkan kualitas, jangan sampai nanti pak bupati sudah buat pangsa pasar dan menghubungkan dengan pihak lain, kualitas petani kita tidak di jaga, ini nanti konsumen akan kecewa dengan hasil padi kita.

Maka kita himbau petani kita untuk meningkatkan kualitas paska panennya ,kualitas bibit dan penyimpana. Sehingga padi yang akan kita jual ke luar itu kualitasnya sudah bersaing dengan pasaran.

Mungkinkan ada target kita untuk menjual hasil padi kita ke luar Tanjab Barat?

Iya betul, salah satu yang kita andalkan adalah beras yang punya nutrisi. Nutrisi ini tujuannya untuk menuntaskan stunting, untuk anak-anak yang kurang gizi. Ini juga sudah kita tanam di Batang Asam, dan akan kita coba di parit Bilal, ini sudah di produksi dan yang ini akan kita masukkan ke daerah kantong kemiskinan. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved