Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Firman Tuhan yang Hadir dalam Sejarah

Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 18:9-10 (TB) Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi kelahiran Yesus 

Firman Tuhan yang Hadir dalam Sejarah

Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 18:9-10 (TB) Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Dalam banyak surat yang Paulus buat dan ditujukan kepada para jemaat yang tersebar, tidak pernah tercatat bahwa Paulus protes kepada Allah karena penderitaan yang dialami. Ini menjadi hal aneh sekaligus menarik.

Bukankah ia telah menerima janji bahwa, 'tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.'

Faktanya, disepanjang karir pelayanannya sebagai seorang Penginjil, justru penganiayaan yang harus selalu ia hadapi.

Apakah ini berarti bahwa Allah telah berbohong kepada Paulus?

Atau memberikan janji palsu yang tidak pernah Ia tepati? Bagaimana Paulus dapat tetap setia memberitakan Injil, bahkan harus membayarnya dengan kematian?

Satu-satunya penjelasan yang paling masuk akal, karena Paulus mengalami perjumpaan secara personal dengan Tuhan dan menyakini pengalamannya sebagai sebuah kebenaran.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Bersama dalam Kerukunan

Konsep berfikir modern, sadar atau tidak telah menciptakan aturan baku tentang segala sesuatu. Misalnya tentang nama.

Dunia modern sepakat bahwa sebuah nama tidak boleh berubah meskipun ia berada di berbagai belahan dunia. Tono tetap Tono, meskipun ia berada di Amerika atau Jepang.

Hal ini dimaksudkan untuk mendeteksi keberadaannya dengan mudah. Apalagi jika terkait dengan kejahatan internasional.

Maka menjadi sulit dimengerti ketika Alkitab menulis Matius menjadi Matthew, atau Yohanes ternyata menjadi Jhon, dalam bahasa yang berbeda.

Konsep berfikir telah dipengaruhi oleh pola pikir mesin yang melakukan copy paste terhadap segala sesuatu.

Jika terjadi perbedaan harafiah maka akan dianggap salah dan dapat dipermasalahkan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved