Breaking News:

Editorial

Harimau vs Manusia, Siapa Teror Siapa

Seorang warga Merangin tewas diterkam Harimau, yakni Rasidin yang tewas diterkam si raja hutan. Sebelumnya, kemunculan harimau Sumatera di Kecamatan

Editor: Deddy Rachmawan
ist
Bangkai sapi sisa serangan harimau di Kecamatan Sadu Tanjabtim.Sementara itu Sabtu (25/9) lalu seorang warga Merangin tewas diterkam Harimau 

Di tengah populasinya yang terancam, harimau Sumatera kembali meneror warga.

Kali ini di Batu Tunggal, Sungai Nilo, Kecamatan Muara Siau, Merangin. Seorang warga Merangin tewas diterkam Harimau, yakni Rasidin yang tewas diterkam si raja hutan.

Sebelumnya, kemunculan harimau Sumatera di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga menimulkan ketakutan warga.

Memang tak ada manusia yang jadi korban, kecuali sejumlah hewan ternak yang jadi mangsa.

Peristiwa di Merangin pada Sabtu lalu menimpa warga yang tak lain gurandil alias pekerja PETI.

Penambangan emas tanpa izin (PETI) seperti diketahui tak hanya merusak sungai tapi juga memorak-porandakan hutan sebagai tempat operasi penambangan.

Hutan yang sepatutnya dijaga agar lestari dan memberikan keseimbangan justru rusak karena PETI.

Lalu siapa yang meneror?

Harimaukah? Atau justru manusia? Sudah jadi pengetahuan umum bahwa luasan hutan terus tergerus.

Baca juga: Asyik Minum Teh di Pondok, Warga Merangin Tewas Diterkam Harimau

Baca juga: Pelajar SMP Meninggal Dilindas Bus di Simpang Rimbo Ternyata Hendak Antar Tugas Sekolah

Deforestasi mengusik habitat makhluk hidup di hutan tak terkecuali harimau. Demikian pula keberadaan PETI yang demikian massif.

Belum lagi perburuan satwa yang dijadikan komoditas jual beli di pasar gelap.

Sudah cukup banyak kasus jual beli offset, bagian tubuh harimau Sumatera ataupun satwa lainnya yang terungkap.

Baca juga: KLHK Tangkap Penjual Kulit dan Tulang Harimau Sumatera di Bengkulu

Baca juga: Penjual Offset Harimau Sumatera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Satu Pelaku Mantan Kepala Desa di Bungo

Alam sejatinya butuh keseimbangan.

Rantai makanan bisa menjadi ilustrasi sederhana. Hilangnya makanan bagi makhluk di dalam rantai makanan tentu akan menimbulkan dampak. Pun demikian dengan deforestasi hutan bagi satwa yang ada. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved