Breaking News:

Belasan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Batanghari, Ternyata Ini Pemicunya

Dinas PPKBP3A Kabupaten Batanghari mencatat, sejak Januari sampai dengan Agustus 2021, ada 19 kasus kekerasan pada anak dan perempuan.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
takasuu
ilustrasi kekerasan pada anak 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batanghari hingga Agustus tahun ini mencapai 19 kasus.

Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Batanghari, Tesar Arlin menjelaskan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pihaknya input melalaui sistem informasi Simponi.

Dari Januari sampai dengan Agustus 2021, kasus kekerasan anak berjumlah 17 kasus dan dua kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Jadi total ada 19 kasus sepanjang tahun ini, kasus ini sudah kami proses dan diselesaikan dengan sebaik mungkin,” kata Tesar Arlin selaku Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Batanghari, Jumat (24/9/2021).

Dikatakannya ketika turun ke lapangan petugas mendapati bahwa kasus ini dipicu tingkat ketidaktahuan masyarakat tentang apa fungsi keluarga. 

“Keluarga itu ada suami istri dan anak. Ini pemicunya sehingga kadang kesibukan istri yang bekerja di luar, ternyata anak yang berada di rumah agak lain sehingga itu lah pemicunya membuat suami melakukan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Sementara kekerasan terhadap perempuan dipicu karena faktor ekonomi. "Terkadang suami bekerja dianggap letih dan setiap suami pulang, istri tidak melayani dengan baik seperti menyiapkan makan, minum serta pakaian dan lainya sehingga terjadilah kekerasan terhadap perempuan," katanya.

Baca juga: Kabupaten Merangin Raih Anugerah APE 2020, Apa Maknanya?

Baca juga: Tiga Bandar Sabu di Sarolangun Dibekuk BNN, Polisi Amankan Puluhan Paket Sabu

Baca juga: Dua Warga Sumsel Spesialis Pencurian Pecah Kaca di Kota Jambi Ditembak Polisi

Pada 2020 lalu kasus kekerasan terhadap  perempuan dan anak tercatat ada 41 kasus, terdiri dari kasus kekerasan anak 31 kasus dan kekerasan perempuan 10 kasus.

”InsyaAllah tahun ini ada terjadi penurunan kasus terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved