Breaking News:

Waspada Penyakit Scabies pada Anabul di Musim Hujan

Satu di antara penyakit yang sering menjangkit "anak bulu" (anabul) saat kondisi cuaca lembab yakni penyakit scabies.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
FITRI AMALIA/TRIBUNJAMBI.COM
Foto Istimewa (drh. Tharmizi saat memeriksa kucing sphynx) 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, harus ekstra waspada dengan penyakit yang kerap kali muncul pada saat musim hujan.

Satu di antara penyakit yang sering menjangkit "anak bulu" (anabul) saat kondisi cuaca lembab yakni penyakit scabies.

Walaupun penyakit scabies lebih sering dialami hewan atau anjing dan kucing liar, pemilik peliharaan wajib harus mewaspadai gejala penyakit ini sehingga dapat segera ditangani.

Menurut drh. Tharmizi, rentan bagi hewan kesayangan kita terkena scabies pada kondisi cuaca lembab dan basah.

Dia mengatakan, Scabies merupakan penyakit kulit atau penyakit kudis yang disebabkan serangan jamur, kutu atau tungau.

Tungau bersembunyi di bawah kulit dan menyebabkan rasa gatal ekstrem dan bulu rontok pada anabul.

Scabies kadang bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi jika sudah dalam kondisi yang parah, scabies bisa menyebabkan kematian pada hewan peliharaan.

Maka dari itu lebih baik jika ada tanda-tanda scabies pada hewan peliharaan secepatnya ditangani.

"Ciri-ciri anabul yang terkena jamuran ataupun scabies yakni gatal-gatal dan tidak merasa nyaman, karena tungau mulai bersarang pada permukaan kulit, biasanya pada daerah kuping, leher atau tengkuknya, dan ekor, biasanya memang pada daerah tersebut sulit untuk dibersihkan sendiri oleh anabul kita, bulu mulai rontok," ujar Tarmizi

Untuk penanganan pada penyakit scabies berbeda-beda tergantung jenis jamur ataupun kutu yang menyerang. Dan pengobatan juga ada beberapa macam mulai dari inject, oral dan spray.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved