Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Iman yang Bertumbuh dalam Penganiayaan
Bacaan ayat: Matius 5:11-12 (TB) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita
Iman yang Bertumbuh dalam Penganiayaan
Bacaan ayat: Matius 5:11-12 (TB) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Membaca catatan Injil tentang peringatan Tuhan Yesus, bahwa para murid akan mengalami aniaya dan penderitaan, rasanya menjadi peringatan yang terlalu kuno.
Jika itu terjadi dua ribu tahun yang lalu, kita dapat pahami bahwa nilai-nilai kemanusiaan kala itu belum terlalu dijunjung tinggi.
Apa yang dikatakan Yesus terbukti benar, bahwa tigaratus tahun awal pertumbuhannya gereja sebagai buah karya penyelamatan Allah ternyata mengalami penganiayaan dan penindasan yang hebat.
Pada masa berikutnya gereja mendapat angin segar ketiga berhasil menancapkan pengaruhnya secara lebih luas.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Firman Allah yang Menjadi Manusia dan Diam Diantaranya
Kekuasaan menjadi alat penyebaran Kabar Baik secara masif dan secara tidak terduga Kekristenan memiliki penganut terbesar di dunia, hingga hari ini.
Tidak bisa dihindari, tragedi berdarah ternyata menghiasi. Pertentangan yang berujung pada peperangan telah memakan banyak korban.
Bukan hanya dari pihak luar, namun dari dalam tubuh gereja sendiri terjadi peristiwa pilu yang tercatat dalam sejarah.
Pada akhirnya waktu akan menguji, bahwa kebenaran yang sejati tidak akan musnah oleh aniaya dan penderitaan.
Bagaimana jika aniaya dan penderitaan itu terjadi di era modern hari ini?
Rasanya kita akan dibuat terkejut ketika mendengar berita bahwa ada seseorang yang dianiaya karena dia seorang pengikut Kristus.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tidak Ada Alasan Untuk Membela Diri
Di era kehidupan dimana Hak Asasi Manusia dijunjung tinggi, masih saja ditemukan penindasan atas nama kepercayaan; padahal memilih sebuah kepercayaan adalah hal personal setiap orang.
Fakta ini seharusnya membuat kita kembali berpaling dan memberi makna ulang kepada banyak peringatan yang telah Yesus sampaikan duaribu tahun silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)