Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Firman Allah yang Menjadi Manusia dan Diam Diantaranya

Bacaan ayat: Yohanes 1:1, 14 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menja

Editor: Suci Rahayu PK
(imankatolik.com)
Hari Kenaikan Yesus Kristus. 

Firman Allah yang Menjadi Manusia

Bacaan ayat: Yohanes 1:1, 14 (TB) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Telah lebih duaribu tahun berlalu, namun identitas diri Yesus tetap menjadi tema menarik untuk diperdebatkan.

Kelompok pendebat terbelah menjadi dua. Satu kubu menerima Dia sebagai nabi dan utusan Allah, sementara kubu lain menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Masing-masing mempunyai alasan dengan merujuk pada sumber-sumber tulisan kuno yang dinilai valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Masing-masing bersikeras bahwa pendapatnyalah yang benar dan dijadikan sebagai dasar penilaian iman, sementara yang lain dinilai salah dan harus ditiadakan.

Memperhatikan kondisi demikian, tentu para pencari kebenaran akan menguji sebelum memilih, mana sebenarnya yang menjadi kebenaran sejati.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tidak Ada Alasan Untuk Membela Diri

Bahkan duaribu tahun lalu pengenalan akan identitas diri Yesus telah menjadi topik menarik.

Catatan awal kehidupan Yesus yang hanya berjarak 30 - 40 tahun setelah masa hidup Yesus ternyata memberikan cerita yang unik dalam skenarionya.

Keakuratan catatan dapat dipertanggungjawabkan; sebab jika ada kesalahan atau kepalsuan dalam cerita, para saksi mata yang masih hidup dapat mengkonfirmasi atau mengkonfrontasikannya.

Injil Markus, yang diperkirakan menjadi tulisan paling awal, lebih fokus pada tersebarnya cerita tentang Yesus secara cepat.

Ceritanya cenderung lebih singkat dan padat tanpa kehilangan intinya.

Dengan gaya militer yang tegas, penulis berharap cerita tentang Yesus dapat segera tersiar kepada lebih banyak orang tanpa harus disibukkan dengan detail ceritanya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved