Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Iman yang Bertumbuh dalam Penganiayaan

Bacaan ayat: Matius 5:11-12 (TB) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Dalam salah satu Sabda Bahagia-Nya, Yesus menyatakan bahwa "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat."

Sejak semula Yesus sudah memberikan peringatan dan pengajaran bahwa setiap orang yang mengambil pilihan untuk percaya kepada-Nya harus siap menghadapi konsekuensi logis yang menyertainya.

Jangan pernah selalu membayangkan bahwa menjadi murid Yesus akan selalu hidup enak, kaya, bebas dari penderitaan, diwarnai dengan keberhasilan dan ketenaran; memang itu yang dijanjikan.

Namun janji tersebut tidak meniadakan fakta lain bahwa menjadi murid Yesus itu akan berhadapan dengan jalan kehidupan yang terjal dan berbatu-batu.

Dalam situasi inilah iman seseorang akan ditempa, dididik dan dibentuk sedemikian rupa agar semakin tangguh dan dewasa.

Setiap murid perlu sadar bahwa setiap saat akan ada ancaman dari seseorang atau sekelompok orang yang menilai kita sebagai musuh yang harus dikalahkan dan dibinasakan.

Bahkan sejak awal Yesus sebelum disalibkan sudah memberikan peringatan, "Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?".

Baca juga: Renungan Harian Keisten - Aku Tahu yang Aku Percaya

Jika Yesus saja harus mengalami aniaya dan derita sampai pada kayu salib, padahal Dia pernah berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.", bagaimana dengan para murid yang hanya manusia biasa, lemah dan tidak berdaya?

Apakah penganiayaan dan penderitaan menjadi melemahkan iman?

Tidak, itu tidak boleh terjadi. Penderitaan dan penganiayaan yang dialami oleh orang percaya, karena imannya, seharusnya membuat imannya makin berkobar dalam semangat yang menyala bahwa apa yang dikatakan Yesus benar adanya.

Hal ini justru membuat kita semakin hidup bersandar dalam iman yang teguh. Iman yang kita miliki dalam Yesus bukan lagi persoalan apa yang terjadi di bumi ini. Iman kita berbicara tentang jaminan kehidupan kekal yang dijanjikan ketika Yesus datang kembali.

Apakah kita sedang mengalami aniaya dan derita hari ini karena iman yang kita miliki?

Mungkin bukan penderitaan fisik dari orang lain yang membenci atau caci maki yang terlontar secara langsung.

Penderitaan karena iman dapat mewujud dalam banyak wajah: berlaku benar dan dijauhi orang, berlaku kasih dan diremehkan, berbuat baik dan dibalas jahat, atau mendengar pemberitaan yang bertujuan menghina dan melecehkan iman yang kita miliki.

Berbahagialah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.

Nantikan dalam pengharapan.

Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved