Breaking News:

Berita Kota Jambi

Pengurangan Sampah di Kota Jambi Mencapai 20,38 persen

Berita Jambi-Santoso, Kepala Seksi Pengolahan Sampah Kota Jambi, mengatakan, Kota Jambi pada semester 1 tahun 2021 untuk pengurangan sampah

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
FITRI AMALIA/TRIBUNJAMBI.COM
Santoso, Kepala Seksi Pengolahan Sampah Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Santoso, Kepala Seksi Pengolahan Sampah Kota Jambi, mengatakan, Kota Jambi pada semester 1 tahun 2021 untuk pengurangan sampah telah mencapai 20,38 persen.

Jumlah sampah di Kota Jambi dari Januari - Juni 2021 mencapai 158.106,98 kilogram (kg).

"Dari jumlah penduduk Kota Jambi 618.814 jiwa kita kalikan 0,70 kg jumlah sampah yang dihasilkan perorang, didapat 433.169,8 kg per hari timbunan sampah yang dihasilkan Kota Jambi tiap harinya," jelas Santoso, Jumat (17/9/2021).

Dia mengatakan rata-rata yang terkelola di TPA hanya sebesar 353.100 kg per hari.

Di tingkat sumber sampah ada proses pengolahan lagi yang diolah oleh tujuh TPS 3R yang ada di Kota Jambi dari 12 unit TPS 3R, sebesar 4.517 kg per hari.

Selain TPS ada juga sampah dari bank sampah sebesar 857,7 kg per hari. Jumlah tersebut dari 8 lokasi bank sampah yang aktif.

"Sisa sampah yang tidak terkelola sebesar 7.4695,1 kg mulai dari yang dibakar masyarakat, yang dibuang ke sungai dan yang dikubur tentunya kegiatan ini merusak lingkungan, serta sampah yang dimanfaatkan oleh pemulung dan pelapak yang mengubtingkan masyarakat sendiri, ada 47 pelapak dan pengepul yang sifatnya sudah besar tapi datanya belum masuk," ujarnya.

DLH Kota Jambi tentunya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah timbunan sampah, satu di antaranya aksi 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), pembatasan penggunaan kantong belanja plastik, memanfaatkan kembali sampah yang tentunya dapat dilakukan oleh masyarakat dan daur ulang.

"Sesuai regulasinya, target pengurangan sampah sebesar 30% dan sisanya 70% penanganan sampah, dan alhamdulillah untuk Kota Jambi pada semester 1 tahun 2021 untuk pengurangan sampah telah mencapai 20,38 persen, untuk pengelolan sampah di kabupaten/kota berhasil tidaknya itu tergantung dari 5 siklus seiring sejalan atau tidak, kalau ada satu saja siklus yang tidak berjalan maka akan pincang pengelolaan sampah," kata dia.

Lima siklus yang dimaksud yakni organisasi lingkungan hidup yang memerangi tumpukan sampah, regulasi yang mendukung, dukungan teknis seperti teknologi yang diterapkan, pembiayaan, dan yang terakhir peran serta masyarakat dan swasta.

Baca juga: Sampah Kembali Menumpuk di Kerinci

Baca juga: Butuh Limbah Cair dan Satu Kubik Sampah Organik Bila se-Kota Jambi Gunakan Gas Metan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved