Breaking News:

Berita Kota Jambi

Butuh Limbah Cair dan Satu Kubik Sampah Organik Bila se-Kota Jambi Gunakan Gas Metan

Selain sampah organik, pengelolaan gas metan juga butuh limbah cair yang nyaris tak ada di Kota Jambi.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Rara
Tempat pengelolaan gas metan di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu kubik sampah organik dibutuhkan jika Kota Jambi manfaatkan gas metan untuk seluruh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ardi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, baru-baru ini.

Selain sampah organik, pengelolaan gas metan juga butuh limbah cair yang nyaris tak ada di Kota Jambi.

"Seperti limbah cair di pabrik kelapa sawit, kita manfaatkan proses Palm Oil Mill Effluent (POME)," jelasnya.

Ada 144 rumah di sekitar daerah TPA Talang Gulo gunakan gas metan.

144 rumah yang terdiri dari dua RT ini gunakan gas metan sebagai keperluan dapur atau memasak.

Pendistribusian gas metan kepada masyarakat ini diberikan gratis.

Sehingga penjagaannya dilakukan juga atas kerjasama masyarakat.

"Namun seperti yang juga pernah saya sampaikan. Pemanfaatan gas metan bukan hanya di lokasi Waste to Energy (WtE) saja," jelas dia.

Karena ada 10 rumah lagi yang menggunakan gas metan pada dapurnya.

Yaitu di sekitar Pasar Talang Banjar, hasil dari pengolahan di WtE Kota Jambi.

Penyaluran dilakukan dengan membuat instalasi sampai kompor, yang dibantu Pemkot Jambi.

Lalu setiap hari gas metan ini disalurkan ke setiap rumah tangga yang sudah terhubung itu.

Baca juga: WtE Kota Jambi Distribusikan Gas Metan ke 10 Rumah untuk Keperluan Dapur

Baca juga: Sampah Organik untuk Pengelolaan Gas Metan di WtE Kota Jambi Turun dari 3 jadi 1 Ton

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved