Breaking News:

Tokoh Pendiri PKI

Semaun, Ketua Umum Pertama Partai Komunis di Indonesia, Awalnya Bagian dari Partai Sarekat Islam

Jauh sebelum kemerdekaan, Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan bagian dari Partai Syarikat Islam (SI). Lalu siapa yang mendirikan PKI di Indonesia

wikipedia
Semaun 

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia memiliki sejarah kelam pada bulan September. Pemberontakan yang terjadi pada 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G30S/PKI itu, membunuh tujuh jenderal dalam satu malam.

Jauh sebelum kemerdekaan, Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan bagian dari Partai Syarikat Islam (SI). Lalu siapa yang mendirikan PKI di Indonesia.

Dari catatan sejarah, Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah Semaun. Putra dari Prawiroatmodjo yang lahir di Mojokerto pada 1899.

Semaun muda diketahui menempuh pendidikan di Hollandsch Lagere School (Sekolah Dasar Belanda) di Surabaya, saat usianya 7 tahun.

Karena kecerdasan yang dimilikinya maka ia diizinkan untuk mengikuti ujian “Klein Ambtenaar” (Pegawai Pamongpraja Rendah) ketika masih duduk di kelas VI. Pada 1912 dari hasil ujiannya ia dinyatakan lulus dengan hasil yang baik.

Sayangnya Semaun yang berasal dari keluarga kurang mampu, tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Semaun kemudian memilih untuk bekerja di perusahaan kereta api Staats Spoor Maatschapi (Perusahaan Kereta Api Negara).

Karena keinginannya yang kuat untuk belajar, Semaun pun mendapat kesempatan belajar lagi dan berhasil mencapai ijazah “Hollandsche Komis" (Komis A).

Lalu, Ia pun melanjutkan kembali pendidikannya hingga mencapai ijazah Komis C. Dengan pendidikan yang dimilikinya itu sehingga ia memiliki jabatan yang bagus di perusahaannya.

Di tengah kondisi kehidupan yang berkecukupan itu, Semaun tidak tega melihat penderitaan rakyat Indonesia yang kala itu dijajah oleh Belanda. Hingga akhirnya Semaun memilih untuk melepaskan jabatannya itu dan terjun ke dalam pergerakan nasional.

Baca juga: Siasat PKI Tutupi Peristiwa G30SPKI Dengan Tontonan Layar Tancap Bagi Warga

Bergabung ke Sarekat Islam

Lepas dari pekerjaannya, Semaun lalu terjun menjadi aktivis dengan bergabung dalam Sarekat Islam (SI) cabang Surabaya pada 1913. Semaun bergabung dengan organisasi yang didirikan oleh H.O.S. Tjokroaminoto itu ketika usianya baru 14 tahun.

Di Sarekat Islam gerakan yang cukup mengagetkan ialah dirinya mengorganisir para petani di daerah tanah partikelir untuk melakukan pemogokan, menuntut pembagian hasil panen yang adil, yaitu separuh hasil untuk petani penggarap.

Hal ini lantaran awalnya para petani menderita karena diperas oleh tuan tanah yang meminta hasil empat per-lima dari hasil pertanian yang digarap oleh petani.

Sedangkan para petani hanya mendapat seperlima dari hasil tanah yang digarap itu. Aksi Semaun dalam memimpin pemogokan itu membuahkan hasil.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved