Peristiwa G30SPKI

Mengenal Sosok AH Nasution, Jenderal yang Lolos dari Penculikan PKI

Sosok AH Nasution, jenderal yang lolos dari penculikan dan pembunuhan yang dilakukan PKI.

Editor: Heri Prihartono
Bung Karno diapit dua jenderal Angkatan Darat, AH Nasution (kiri) dan Soeharto. Ketiganya tertawa lebar saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, 1966. (Ade Sulaeman) 

TRIBUNJAMBI.COM  - Jenderal Abdul Haris  Nasution adalah sosok target penculikan dan pembunuhan yang berhasil lolos.

Meski lolos dari penculikan dan pembunuhan, namun AH Nasution harus kehilangan anggota keluarganya.

Diantaranya  putri bungsunya,  Ade Irma Suryani yang berusia 5 tahun malah tertembak ketika hendak dibawa ke tempat aman oleh adik Nasution, Mardiah.

Nasution saat rumahnya diberondong peluru Cakrabirawa berhasil menyematkan diri ke kedutaan besar Irak.
 

Sebelum peristiwa naas itu, AH Nasution juga memimpin pasukan Siliwangi saat ada pemberontakan PKI di Madiun pada 1948.

Maka tak heran jika AH Nasution menjadi target pembunuhan oleh PKI.

AH Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918.

Nasution lahir  di keluarga Batak Muslim di Desa Hutapungkut, Kotanopan.

Pria yang akrab disapa Pak Nas ini adalah  anak kedua dan merupakan putra tertua dalam keluarganya.

Ayah Nasution merupakan seorang  pedagang tekstil, karet dan kopi, serta anggota organisasi Sarekat islam.

Sang ayah begitu relijius dan berharap Nasution belajar di sekolah agama.

Berbeda dengan sang ibunda yang ingin Nasution belajar kedokteran di Batavia.

Nasution menikah dengan wanita bernama Johanna Sunarti dan memiliki dua anak, Hendrianti Saharah dan Ade Irma Suryani.

Saat lulus sekolah pada 1932, Nasution kemudian  menerima beasiswa untuk belajar mengajar di Bukit Tinggi.

Lalu pada 1935, Nasution melanjutkan pendudikan  selama tiga tahun di Bandung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved