Breaking News:

Tips Kesehatan

Gejala Diabetes pada Pria, Disfungsi Ereksi dan Kelemahan Otot

75 persen pria yang menderita diabetes mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi. Saraf dan pembuluh darah sangat penting.

Editor: Nurlailis
Step to Health
Gejala diabetes pada laki-laki 

TRIBUNJAMBI.COM - Diabetes bisa menyerang wanita dan pria namun pada pria memiliki gejala yang cukup unik.

Beberapa gejalanya bisa disfungsi ereksi, kandiadis kelamin, dan kurangnya masa otot.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai gejala-gejala tersebut.

Gejala diabetes pada pria

Melansir dari Medical News Today, banyak efek diabetes yang serupa pada semua jenis kelamin.

Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.

Namun, perbedaan utama saat diabetes terjadi pada pria adalah sebagai berikut:

  • Disfungsi ereksi: Hingga 75 persen pria yang menderita diabetes mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi. Saraf dan pembuluh darah sangat penting untuk proses ereksi dan kerusakan pada sistem ini dapat memengaruhi cara kerja penis.
  • Kandiadis kelamin: Pria dapat mengalami kasus kandiasis berulang kali dan infeksi jamur. Kelebihan gula dalam darah akan dilewatkan dalam urine. Namun, ragi tumbuh subur pada gula dan lebih mungkin tumbuh pada penis pria dengan diabetes. Gejala kandidiasis kelamin antara lain:
  1. kemerahan, bengkak, dan gatal di sekitar kepala penis
  2. bau yang tidak menyenangkan
  3. penampilan putih, kental pada kulit penis
  4. rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks
  • Mengurangi massa otot: Kadar gula darah yang meningkat secara konsisten dapat menyebabkan tubuh memecah otot dan lemak untuk energi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dengan diabetes tipe 1 dan mengakibatkan berkurangnya kekuatan dan kelemahan otot.

Baca juga: Dampak Brown Sugar Bagi Penderita Diabetes

Tanda-tanda umum diabetes

Di samping gejala diabetes khusus pria, gejala umum diabetes dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia.

Beberapa gejala tersebut termasuk:

  • meningkatnya rasa haus dan lapar
  • buang air kecil lebih banyak dan lebih sering
  • peningkatan buang air kecil di malam hari
  • peningkatan rasa lapar
  • kelelahan
  • pandangan yang kabur
  • pada diabetes tipe 2, luka yang tidak kunjung sembuh
  • pada diabetes tipe 1, penurunan berat badan yang berlebihan sebelum diagnosis

Apabila tidak segera ditangani, seiring waktu, komplikasi dapat berkembang sebagai akibat dari kadar gula darah tinggi jangka panjang.

Baca juga: Manfaat Kulit Petai bagi Kesehatan - Atasi Impotensi, Diabetes, Asam Urat

Ini dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai sistem, termasuk:

  • masalah mata, seperti retinopati diabetik
  • masalah kaki
  • stroke dan serangan jantung
  • nefropati, atau masalah ginjal
  • neuropati , atau kerusakan saraf
  • kanker tertentu
  • ketoasidosis diabetikum, penumpukan senyawa yang disebut keton yang bisa berakibat fatal kecuali seseorang menerima perawatan yang cepat

Baca juga: Cara Mengatasi Diabetes dengan Okra, dapat Meningkatkan Penyerapan Gula 

Sumber: Kompas.com

Berita lain terkait tips kesehatan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved