Breaking News:

Berita Merangin

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Desa Koto Renah Merangin, Camat dan Kadis PMD akan Dipanggil

Kasus dugaan penggelapan dana desa Koto Renah, Kabupaten Merangin terus berlanjut. Kejari dan Polres Merangin bakal memeriksa saksi lainnya...

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/darwin
Kasi Intelijen Kejari Merangin, Taufik Yanuarsyah 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Empat orang perangkat desa dan satu orang tokoh masyarakat Desa Koto Renah, Kecamatan Jangkat penuhi panggilan Kejari dan Polres Merangin.

Kedatangan keempat orang tersebut guna memenuhi panggilan terkait dengan kasus dugaan penggelapan Dana Desa oleh Doni Espa Kepala Desa Koto Renah.

Di antaranya, Sekretaris Desa (Sekdes), Bendahara Desa, Kaur Keuangan, Kaur Pemerintahan dan satu orang dari tokoh Masyarakat.

Mereka terpantau sejak Jumat (3/9/2021) mulai pukul 14.00 WIB hingga sore pukul 17.00 WIB perangkat Desa dan tokoh Masyarakat di mintai keterangan oleh Intelijen Kejaksaan.

Lalu pada sabtu (4/9/2021) mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB Perangkat Desa dan tokoh Masyarakat juga memberikan keterangan pada tindak pidana korupsi (Tipidkor) Polres Merangin.

"kita datang memenuhi panggilan dari pihak penegak hukum, kami menjelaskan permasalah yang terjadi di Desa, untuk melengkapi data kami diminta menyerahkan berkas berkas yang terhubung dengan dana desa," ujar Suhandri, Bendahara Desa Koto Renah.

Sementara itu Kasi Intelijen Kejari Merangin, Taufik Yanuarsyah mengatakan bahwa saat ini proses yang berjalan sedang mendalami dan mengumpulkan data.

"Selanjutnya yang jelas kita akan panggil Kepala DPMD, dan Camatnya dulu, sekarang kan masih dalam proses pra penyidikan" Kata Kasi Intel, Taufik.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Koto Renah, Kacamatan Jangkat, Kabupaten Merangin dilaporkan ke Polres Merangin dan Kejaksaan Negeri Merangin.

Budi selaku Ketua BPD Desa Koto Renah mengatakan bahwa dilaporkannya Doni Espa selaku Kades ke pihak berwajib merupakan buntut dari beberapa kegiatan dalam APBDes Desa tahun 2018 dan 2019 tidak terlaksana.

Bahkan kata Budi, Kepala desa tersebut tidak memberikan penjelasan mengapa pengerjaan tersebut tidak dilaksanakan.

Diantara pekerjaan tersebut yakni Proyek BOX Reservoar tahun 2019, Proyek pos ronda tahun 2019, Proyek Drainase tahun 2019, pembangunan pusat belajar tahun 2019, pembangunan turap tahun 2018.

Selain itu, pembangunan sarana air bersih tahun 2018, proyek pasar desa tahun 2018, proyek tong sampah tahun 2018, pengadaan tenda desa tahun 2019, kegiatan pemuda dan olahraga tahun 2019, hingga bantuan dana pemberantasan hama babi 2019.

"Laporan kami dalam bentuk surat itu, dengan perihal dugaan penggelapan Dana Desa oleh Doni Espa selaku Kades Koto Renah," tuturnya, Selasa (31/8/2021) lalu.

Budi mengatakan dengan ulah yang seperti itu membuat masyarakat Koto Renah tidak mengakui Doni Espa sebagai Kepala Desa.

Baca juga: Diduga Gelapkan Dana Desa Dusun Pauh Agung, Yuzarman Laporkan Datuk Rio ke Kejari Bungo

Baca juga: Kades Lindung Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kini Dicekal Kejari Sarolangun

Baca juga: Kasus Dana Desa Rp 1,6 Miliar di Pagar Puding Dilimpahkan ke Polres Tebo, Kades Diduga Terlibat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved