Breaking News:

Kades Lindung Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kini Dicekal Kejari Sarolangun

Kepala Desa Lidung Herman resmi menjadi tersangka dugaan kasus korupsi Dana Desa anggaran tahun 2019. Kini dia dilarang keluar dari Sarolangun.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sarolangun Abdul Harris. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun, resmi menetapkan Kepala Desa Lidung Herman sebagai tersangka dugaan kasus korupsi Dana Desa anggaran tahun 2019.

Kades tersebut, sudah dipanggil pada 16 Agustus lalu, yang sebelumnya tak hadir dalam pemangilan karena masalah kesehatan. 

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sarolangun Abdul Harris menyebutkan, usai penetapan penyidik langsung memanggil tersangka untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dia didampingi penasehat hukum dari Jambi waktu itu dan setelah pemeriksaan yang bersangkutan masih kooperatif sampai dengan sekarang," sebut Harris, Rabu (25/8/2021). 

Dia menjelaskan, bersangkutan kini telah dikenakan wajib lapor oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun dan penyekalan dari bidang intelijen untuk mencegah ia keluar Sarolangun.

"Sekarang tetap kita proses wajib lapor dulu, belum dilakukan tindakan karena sehubungan dengan masa pandemi yang belum bisa dilakukan penahanan oleh rutan," ujarnya. 

Selain itu, yang bersangkutan kini telah mengajukan pra peradilan dan sekarang masih proses persidangan.

"Jadi prosesnya lagi persidangan pra peradilan terkait penetapan tersangka yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun," katanya lagi. 

Dia menambahkan, untuk agenda sidang itupun masih menggelar pemeriksaan agenda bukti dan saksi-saksi dari pemohon. "Sementara itu masih berjalan sehingga nanti hari Senin sampai dengan putusan," tambahnya. 

Untuk proses penyelidikan kasus tersebut, Harris bilang, pihaknya masih melakukan pemberkasan agar bisa segera dilakukan pelimpahan.

"Sambil berjalan dan inikan kita lagi melakukan pemberkasan, jadi pemberkasan ini mudah-mudahan bisa segera rampung untuk bisa nanti kita limpah ke Pengadilan Tipikor," jelasnya.

Baca juga: Kasus Korupsi Damkar Sarolangun: Besok 8 Saksi Dihadirkan ke Pengadilan

Baca juga: Pemkot Sungai Penuh Tarik Diri dari Gelaran Tour de Singkarak 2021, Mengapa?

Baca juga: Pilkades Serentak di Batanghari Resmi Ditunda, Ini Jadwal Terbaru

Pihak Kejaksaan Negeri Sarolangun mengaku masih menunggu hasil putusan dari pra peradilan yang diperkirakan akan rampung dalam 7 hari kerja.

"Kalau itu sudah putus kami pun masih proses pemberkasan. Yang jelas masih sesuai prosedur," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved