Breaking News:

Kasus Korupsi Damkar Sarolangun: Besok 8 Saksi Dihadirkan ke Pengadilan

Perkara korupsi yang menjerat bendahara Damkar Sarolangun Syefriansyah akan kembali disidangkan pada Kamis (26/8/2021).

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wahyu
Pihak Kejari Sarolangun melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pemadam Kebakaran Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kasus dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sarolangun terus berlanjut.

Perkara yang menjerat bendahara Damkar Sarolangun Syefriansyah itu akan kembali disidangkan pada Kamis (26/8/2021).

Kepala seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Sarolangun, Abdul Harris menyebutkan, persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi Damkar akan dilakukan secara virtual.

"Besok akan dilakukan persidangan secara virtual (persidangan dari Sarolangun)," ujar kasi pidsus Kejari Sarolangun, Rabu (25/8/2021).

Ia menambahkan, dari kasus tersebut pihaknya telah memanggil sebanyak 25 orang saksi-saksi. Pada persidangan esok hari akan dipanggil delapan orang saksi.

"Delapan atau sembilan orang saksi yang akan dipanggil esok. Total keseluruhan saksi sebanyak 58 orang, sampai segera habis saksi," jelasnya.

Perihal berkembang korupsi Damkar Sarolangun tersebut, Harris mengatakan, pihaknya juga telah mengeluarkan surat perintah penyidikan, terkait perkembangan penyidikan dari penyidikan sebelumnya.

"Masih kita proses dan masih kita lakukan pemangilan- pemangilan, untuk memperkuat dari penyidik. Bahwa ada oknum lain yang terlibat dalam hal ini, jadi makanya kita sudah mengeluarkan surat perintah penyidikan yang baru," ungkapnya.

"Ada kemungkinan ada oknum baru yang terlibat dalam hal ini," sambungnya.

Baca juga: Diduga Terlilit Pinjaman Online, Pria di Bojonegoro Tinggalkan Wasiat Rincian Utang

Baca juga: Banyak Warga Muarojambi Kena Dampak Penyekatan Penyeimbang PPKM Kota Jambi

Baca juga: Hasil Survei Lembaga Indikator Terbaru: PDIP Teratas, PPP, PAN dan Nasdem Terancam

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Syefriansyah selaku bendahara pengeluaran telah melakukan pembayaran yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam DPA/DPPA dan merekayasa pertanggungjawaban penggunaan anggaran agar seolah-olah telah digunakan sesuai dengan ketentuan yang sebenarnya.

Merujuk keterangan ahli auditor Inspektorat Kabupaten Sarolangun, akibat hal tersebut, terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp409.925.000.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved