Breaking News:

Berita Tebo

Kasus Dana Desa Rp 1,6 Miliar di Pagar Puding Dilimpahkan ke Polres Tebo, Kades Diduga Terlibat

Sejumlah perwakilan warga Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Tebo.

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews.com
ilustrasi dana desa 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Sejumlah perwakilan warga Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Tebo, Senin ( 02/08/21) kemarin.

Hal ini dipicu karena adanya dugaan penyalahgunaan anggaran senilai Rp1.6 miliar dari dana ADD tahun anggaran 2018-2019 yang seharusnya digunakan untuk kegiatan BLT, BumDes, Insentif guru ngaji dan lainnya.

"Sebelumnya, ini juga sudah kita laporkan ke pada pihak inspektorat Kabupaten Tebo," kata salah seorang perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding, Jupri Husnadi, Selasa (03/08/2021).

Dia mengatakan, kedatangan mereka ke kantor Inspektorat kemarin untuk mempertanyakan perkembangan hasil temuan dari pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Tebo, yang melibatkan Kepala Desa Pagar Puding, Azwan.

"Atas nama perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding, kami sengaja mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Tebo ini, untuk mempertanyakan perkembangan laporan kami dan hasil temuan dari inspektorat terkait penyalahgunaan DD," ujarnya.

Diakui Jupri, dari informasi yang ia peroleh dari pihak inspektorat saat melakukan dialog kemarin, persoalan ini juga sudah dilimpahkan kepada pihak Polres Tebo untuk dapat diproses lebih lanjut.

Menurutnya, total jumlah honor untuk guru ngaji yang diduga digelapkan oleh Kades, sekitar Rp.118 juta yang dianggarkan dari Dana Desa Tahun 2018 - 2019. Kemudian, insentif atau honor pegawai syarak yang dianggarkan dari ADD Tahun Anggaran 2018-2019 lebih kurang Rp 34.950.000.

Selanjurnya, bantuan dari provinsi untuk pegawai syarak Tahun 2020 lebih kurang Rp.19.200.000 yang diduga difiktifkan. "Belum lagi bantuan propinsi untuk guru ngaji sebesar Rp. 7.300.000 yang seharusnya menjadi hak para pendidik, ini diduga juga tidak dibayarkan," ungkapnya.

Terkait ini, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tebo, Ridwan, membenarkan atas kedatangan sejumlah perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding pada Senin kemarin.

"Benar, Senin kemarin beberapa orang datang ke kantor untuk mempertanyakan perkembangan hasil laporan mereka," katanya.

Baca juga: Nomor Telepon Kadis Damkar Tebo Dijadikan Jaminan Pinjaman Online Orang Tak Dikenal

Baca juga: Gadis di Jambi 5 Hari Hilang Tanpa Kabar, Orangtua Temukan Nomor Lelaki Misterius di Facebook

Baca juga: Gadis di Jambi Kabur Temui Pacar Onlinenya di Jakarta, Orangtua Kini Lapor Polisi

Dia mengatakan, jika hasil laporan pemeriksaan Inspektorat terhadap Penggunaan Dana Desa Pagar Puding telah dilimpahkan ke Polres Tebo.

"Sudah kita limpahkan ke Polres Tebo guna pengembangan lebih lanjut," bilangnya.

(Tribunjambi/hendrosandi)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved