Sejarah Bandara
Bandara Sultan Thaha Dari Masa Ke Masa, Bandara Tertua di Provinsi Jambi
Berita Kota Jambi - Bandara Sultan Thaha Jambi merupakan bandara tertua dan tersibuk yang ada di Provinsi Jambi.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rahimin
Konsekuensinya, peningkatan panjang dan lebar landasan juga harus dilakukan.
Panjang dan lebar yang hanya 2.220x30 meter ditambah menjadi 2.400x45 meter.
Peningkatan landasan ini dilakukan untuk melayani pesawat-pesawat berbadan lebar, seperti dari Garuda Indonesia.
Pihak Angkasa Pura juga akan menambahkan peralatan Instrument Landing System(ILS) yang dapat membantu pesawat mendarat dalam cuaca buruk.
ILS adalah peralatan yang wajib dipasang di bandar udara berstandar internasional.
Selain peningkatan kualitas dan kapasitas, lokasi Bandara Sultan Thaha juga bergeser.
Terminal baru Bandara Sultan Thaha dibuka pada 27 Desember 2015. Terminal ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 21 Juli 2016.
Landasan pacu akan dilebarkan menjadi 3000 x 45 meter untuk melayani penerbangan internasional.
Saat ini bandara lama tidak lagi difungsikan untuk operasional udara, melainkan sebagai Pusat Administrasi Angkasa Pura II.
Sebagian gedung juga diperuntukan kepada masyarakat Jambi untuk digunakan secara pribadi maupun umum.
Bandar Udara Sultan Thaha dilengkapi berbagai fasilitas. Pihak bandara menyediakan wifi dan kios untuk melihat status penerbangan. Selain itu, terdapat beberapa toko yang menjual berbagai macam makanan dan cinderamata.
Sedikitnya tujuh maskapai melakukan penerbangan setiap harinya. Di antaranya, Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Susi Air, dan Wings Air.(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
• Jadwal Penerbangan di Bandara Sultan Thaha 15 Agustus 2021, Lion Air Kembali Layani Penerbangan
• Jumlah Penumpang dan Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi Mulai Mengalami Peningkatan
• Sudah 6.625 Warga Kota Jambi Sembuh Dari Covid-19, Hari Ini Bertambah 111 Orang