BPS: Inflasi Jambi Masih Terkendali
Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Juli 2021 Provinsi Jambi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,16% (mtm).
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Teguh Suprayitno
Laporam Wartawan Tribun Jambi Ade Setyawati
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Juli 2021 Provinsi Jambi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,16% (mtm).
Suti Masniari Nasution, Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Jambi mengatakan dengan angka tersebut, maka secara tahunan Jambi mengalami inflasi sebesar 2,35 persen (yoy) dan secara tahun berjalan tercatat inflasi Jambi sebesar 0,17 persen (ytd).
"Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang menyumbang deflasi adalah komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu daging ayam ras sebesar -22,61% (mtm), kangkung -13,56% (mtm), bayam -12,24% (mtm), rempela hati ayam -15,64% (mtm) dan ikan gabus -4,87% (mtm)," jelasnya.
Secara umum, penurunan harga bahan pangan tersebut seiring dengan bertambahnya pasokan komoditas daging ayam ras dan rempela hati ayam lokal yang tengah memasuki masa panen sehingga pasokan yang ada dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, memasuki musim kemarau, persediaan sayuran menjadi lebih mudah layu dan kualitas sayuran menjadi lebih rendah dari biasanya sehingga memengaruhi harga pasokan di tingkat pedagang eceran.
Baca juga: 72 Ton Komoditas Pertanian Jambi Diekspor ke Delapan Negara
Adapun rincian perkembangan inflasi di Jambi adalah sebagai berikut:
Kota Jambi:
Bulanan : Deflasi 0,21% (mtm)
Tahun Berjalan : Inflasi 0,18% (ytd)
Tahunan : Inflasi 2,42% (yoy)
Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada daging ayam ras (andil -0,38%), kangkung (andil -0,03%), bayam (andil -0,02%), rampela hati ayam (andil -0,01%) dan ikan gabus (andil -0,01%). Sementara itu,
Deflasi lebih dalam tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami inflasi antara lain cabai merah (andil 0,15%), ikan nila (andil 0,03%), bawang merah (andil 0,03%), cabai rawit (andil 0,02%) dan ikan dencis (andil 0,02%).
Kabupaten Bungo:
Bulanan : Inflasi 0,20% (mtm)
Tahun Berjalan : Inflasi 0,14% (ytd)
Tahunan : Inflasi 1,82% (yoy)
Baca juga: Ekspor Komoditas Pertanian Rp 141 Miliar, Al Haris: Itu Masih Rendah
Inflasi utamanya didorong oleh kenaikan harga pada komoditas cabai merah (andil 0,26%), cabai rawit (andil 0,06%), bawang merah (andil 0,06%), bayam (andil 0,04%) dan kentang (andil 0,04%).
Sementara itu, inflasi lebih tinggi tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti daging ayam ras (andil -0,23%), emas perhiasan (andil -0,04%), beras (andil -0,04%), jeruk (andil -0,04%) dan ikan tongkol/ ambu-ambu (andil -0,03%).
"Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, tekanan inflasi pada Agustus 2021 di Provinsi Jambi diprakirakan tetap terkendali," tambahnya.
Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan yang disebabkan oleh normalisasi pasokan setelah melewati masa panen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/update-harga-sembako-selasa-1372021.jpg)