Breaking News:

Pantau Pasien Isoman, Dinkes Tanjab Timur Gadeng TNI-Polri dengan Program Silacak

Tingginya jumlah pasien isoman di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan warning Puskesmas untuk sinkron data pasien. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
HUMAS KOTA JAMBI
Tim medis Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA SABAK - Jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tinggi, Dinas Kesehatan minta Puskesmas untuk sinkroniasasi data pasien. 

Hampir setiap hari, selalu ada penambahan pasien isoman, terkait kondisi tersebut Dinkes langsung instruksikan masing-masing puskesmas Kecamatan diminta aktif mensinkronisasikan data sebelum dilaporkan kepada gugus tugas kabupaten.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati mengatakan, pihaknya meminta kepada tenaga kesehatan yang berada di masing-masing fasilitas kesehatan seperti puskesmas, agar benar-benar mensinkronkan data-data pasien covid-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri.

Hal tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan penularan Covid-19 di Tanjabtim, karena batas pasien Covid-19 yang isolasi mandiri hanya 14 hari.

"Setelah 14 hari melakukan isoman, pasien di haruskan melakukan PCR Swab ulang di pelayanan kesehatan terdekat ataupun petugas medis yang secara mobile mendatangi rumah pasien, guna memastikan pasien sembuh atau belum," jelas Erna, Rabu (11/8).

"Sehingga tidak terjadi penularan di lingkungan keluarga atau pun lingkungan masyarakat," tambahnya.

Untuk itu pihaknya meminta tenaga medis diharap bisa lebih pro aktif melakukan pemantauan secara rutin guna mengontrol perkembangan kesehatan pasien isoman.

Baca juga: 27 Peninggalan Sejarah di Tanjabtim Belum Masuk Situs Cagar Budaya, Mengapa?

Baca juga: Makam Rangkayo Hitam di Tanjab Timur Diusulkan Masuk Situs Cagar Budaya

Baca juga: Kasus Covid-19 Tinggi, Gubernur Jambi Minta Vaksinasi di Merangin Dipercepat 

Saat ini Pemerintah setempat telah menggandeng unsur TNI dan Polri melalu program silacak dengan membina masyarakat, agar bisa membantu melakukan tracking kelapangan terhadap warga yang kontak dengan pasien Covid-19.

Dengan demikian diharapkan tenaga medis di masing-masing kecamatan diharap mampu berkomunikasi dan berkoordinasi aktif sehingga data yang didapat dan dilaporkan bisa sesuai dan valid dengan laporan yang masuk kepada gugus tugas kabupaten. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved