PPKM Jambi

Mengintip Geliat PKL di Depan SMPN 11 Kota Jambi, Tetap Ramai Pembeli Walau Tidak Ada Anak Sekolah

Berita Kota Jambi - Diterapkannya PPKM, tentu ini seolah menjadi momok bagi pedagang yang memanfaatkan segmen anak sekolah sebagai pangsa pasarnya.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rahimin
tribunjambi/yon rinaldi
Suasana pedagang kaki lima di depan SMPN 11 Kota Jambi. Mengintip Geliat PKL di Depan SMPN 11 Kota Jambi, Tetap Ramai Pembeli Walau Tidak Ada Anak Sekolah 

Mengintip Geliat PKL di Depan SMPN 11 Kota Jambi, Tetap Ramai Pembeli Walau Tidak Ada Anak Sekolah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sekolah biasanya menjadi ladang para pedagang kudapan dalam mencari rezeki, baik di kantin sekolah, maupun di pintu masuk ke sekolah tersebut, apalagi jika berada di pinggir jalan raya.

Namun semenjak pandemi dan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan diterapkannya PPKM, tentu ini seolah menjadi momok bagi pedagang yang memanfaatkan segmen anak sekolah sebagai pangsa pasarnya.

Menariknya, hal ini seolah tidak berlaku bagi pedagang kudapan yang berlokasi di depan SMPN 11 Kota Jambi.

Walaupun siswa di rumahkan karena PJJ beberapa pedagang yang berjualan di sini masih bisa mengais rezeki tanpa harus mencari lokasi baru.

Satu diantaranya kardi penjual bakso bakar yang sudah cukup lama berjualan di sana.

Kardi mengatakan, saat ini pelangganya banyak berasal dari kalangan umum yang sengaja datang untuk membeli produk bakso tusuk buatanya.

“Kalangan umum itu kalau beli bisa beberapa bungkus, satu bungkusnya paling sedikit lima ribu,” ujarnya kepada Tribunjambi.com beberapa waktu yang lalu.

Situasi ini tentu lebih menguntungkan bagi kardi jika dibandingkan dengan anak sekolah yang hanya membeli dagangan dengan uang receh.

Larisnya penjualan di depan SMPN 11 Kota Jambi ini juga dimanfaatkan Abu Karim yang menjual es dawet.

Awalnya Abu karim berjualan di daerah The Hok Jambi, namun beberapa bulan belakangan ini dia memindahkan usahanya di depan SMPN 11 Kota Jambi ini.

Hal ini selain dapat meningkatkan penjualanya juga lebih mendekatkan Karim ke tempat produksi es dawetnya.

“Jadi kalau ada yang habis mudah di ambil,” katanya.

Tidak hanya  Karim dan Kardi saja yang berjualan di sini, beberapa pedagang lain juga ada di sana seperti penjual pisang molen dan siomay.

Pedagang kaki lima ini terlihat tidak menyerah menghadapi kondisi ekonomi yang lagi sulit ini, bahkan di saat lagi PPKM mereka seolah tidak terpengaruh. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi).

Berjualan Saat Pandemi, PKL di Kota Jambi Ini Masih Mampu Meraih Omset Hingga Rp 2 Juta Perhari

Perpanjang PPKM Level 4, Melanie Subono Sindir Telak Presiden Jokowi: Ga Usah Nuntut, Kalo Ga Tahu

Hampir 5 Jam Pencarian, ABK Kapal TB Tedindo Jaya 5 Yang tenggelam di Tebing Tinggi Ditemukan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved