Sahabat Rasulullah

Abbas bin Abdul Muththalib Sahabat Sekaligus Paman Nabi yang Menyembunyikan Keislamannya

Sosoknya bagi Rasulullah saw adalah orang yang istimewa. Dia sahabat Nabi sekaligus paman beliau, yaitu Abbas bin Abdul Muththalib.

Editor: Deddy Rachmawan
mtf-online.com
Kaligrafi bertulis Nabi Muhammad saw 

TRIBUNJAMBI.COM – Sosoknya bagi Rasulullah saw adalah orang yang istimewa. Dia sahabat Nabi sekaligus paman beliau, yaitu Abbas bin Abdul Muththalib.

Bahkan selepas Rasulullah wafat, di masa Khalifah Umar bin Khattab, kaum muslimin menjadikan Abbas sebagai wasilah untuk meminta hujan kepada Allah SWT.

Berikut Tribun Jambi himpunkan sejumlah fakta mengenai sahabat Nabi Abbas bin Abdul Muththalib radiallahu anhu tersebut.

Menyembunyikan keislaman

Abbas bin Abdul Muththalib baru mengumumkan keislamannya setelah Fathu Makkah.

Padahal jauh sebelum itu dia sudah memeluk Islam, tapi ia menyembunyikannya terutama dari kaum Quraisy.

Riwayata dari Abu Rafi, pembantu Rasulullah saw, mengatakan, "Aku adalah seorang budak milik Abbas bin Abdul Muththalib, Islam telah sampai kepada kami. Ahlul Bait, maka Abbas pun masuk Islam, diikuti oleh Ummul Fadhi dan diriku sendiri. Akan tetapi, Abbas merahasikan keislamannya.”

Oleh karena itu para sejarawan Islam ada yang mengelompokkan Abbas ke dalam kelompok orang-orang yang masuk Islam belakangan. Namun, beberapa riwayat memberitahukan bahwa Abbas termasuk asabiqunal awalun.

Ikut Perang Badar bersama kaum Qurasisy

Saat Perang Badar, Abbas bin Abdul Muththalib masih menyembunyikan keislamannya.  Karena itu saat kaum Quraisy mengikrarkan perang, ia dengan berat hati berada di kelompok kaum Quraisy.

Rasulullah saw mengetahui hal ini. Karena itu Rasulullah saw melarang para sahabat Nabi untuk membunuh dua orang di saat Perang Badar? Salah satunya adalah Abbas bin Abdul Muththalib. Sedangkan satu lagi yaitu Abu al Bukhturi bin Harits.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Pesan Abdullah bin Abbas Agar Menjaga Lidah

Baca juga: Ketika Rasulullah Melarang Sahabat Nabi Membunuh Dua Orang Ini Saat Perang

Dari riwayat kita ketahui bahwa Rasulullah saw melarang para sahabat membunuh dua orang tersebut karena mereka dipaksa kaum Quraisy untuk berperang. Sementara hati mereka mengingkarinya.

"Sungguh ada banyak orang dari Bani Hasyim dan selain Bani Hasyim yang dipaksa untuk keluar sementara mereka tidak butuh untuk memerangi kita. Karena itu, siapa yang di antara kalian menemui salah seorang dari mereka maka janganlah membunuhnya! Siapa yang bertemu dengan Abu al Bukhturi bin Harits maka janganlah membunuhnya! Siapa yang bertemu dengan Abbas bin Abdul Muththalib maka janganlah membunuhnya karena ia telah dipaksa untuk keluar,”

Abbas bin Abdul Muththalib tak lain merupakan paman Nabi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved