Sahabat Rasulullah

Abbas bin Abdul Muththalib Sahabat Sekaligus Paman Nabi yang Menyembunyikan Keislamannya

Sosoknya bagi Rasulullah saw adalah orang yang istimewa. Dia sahabat Nabi sekaligus paman beliau, yaitu Abbas bin Abdul Muththalib.

Editor: Deddy Rachmawan
mtf-online.com
Kaligrafi bertulis Nabi Muhammad saw 

Satu-satunya kebaikan Abu al Bukhturi adalah bahwa ia tidak terlibat dalam menimpakan kejahatan dan kezaliman terhadap kaum Muslimin dan tidak suka dengan perbuatan kaum Quraisy lalu ia pergi ke medan Perang Badar dengan terpaksa dan berat hati.

Dalam perintah ini, Rasulullah tidaklah mengistimewakan Abbas yang merupakan pamannya.

Suka menyambung silaturahmi

Abbas bin Abdul Muththalib radiallahu anhu termasuk sahabat Nabi yang sosoknya mirip dengan Rasulullah saw.  Dalam sebuah riwayat dikisahkan bagaimana Nabi Muhammad saw memuji sosok Abbas bin Abdul Muththalib dan menyebutnya sebagai orang yang suka menyambung silatutahmi. Rasulullah demikian menghormati beliau. Rasulullah pernah memuji dan menyanjung watak Abbas dengan mengatakan, "Inilah orang tuaku yang masih tersisa."

Ada kisah menarik mengenai Abbas bin Abdul Muththalib. Saat itu masa Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Saat itu tiba pada musim kemarau ekstrem.

Khalifah Umar bin Khattab dan kaum Muslimin berdoa. Mereka bermunajat kepada Allah untuk menurunkan hujan.  Sahabat Umar lalu berdiri. Ia memegang tangan kanan Abbas. Lalu mereka berdoa.

"Ya Allah, sesungguhnya kami pernah memohon hujan dengan perantara Nabi-Mu dan beliau adalah Nabi kami. Ya Allah, sesungguhnya hari ini kami memohon hujan kepada-Mu dengan perantara paman Nabi Mu maka turunkanlah hujan kepada kami!"

Diceritakan, belum lagu umat Islam yang berada di sana, tiba-tiba turun gerimis disusul hujan deras. Para sahabat menghampiri dan merangkul Abbas. Mereka memeluk dan menjadikannya wasilah.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved