Sahabat Rasulullah

Ketika Rasulullah Melarang Sahabat Nabi Membunuh Dua Orang Ini Saat Perang

Apa jadinya ketika Rasulullah saw melarang para sahabat Nabi untuk membunuh dua orang di saat Perang Badar? Siapa mereka?

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
pixabay
Kakbah 

TRIBUNJAMBI.COM – Apa jadinya ketika Rasulullah saw melarang para sahabat Nabi untuk membunuh dua orang di saat Perang Badar? Siapa mereka?

Dari riwayat kita ketahui bahwa Rasulullah saw melarang para sahabat membunuh dua orang tersebut karena mereka dipaksa kaum Quraisy untuk berperang. Sementara hati mereka mengingkarinya.

Simaklah hadis Nabi berikut seperti yang Tribun kutip dari buku karya Khalid Muhammad Khalid.

"Sungguh ada banyak orang dari Bani Hasyim dan selain Bani Hasyim yang dipaksa untuk keluar sementara mereka tidak butuh untuk memerangi kita. Karena itu, siapa yang di antara kalian menemui salah seorang dari mereka maka janganlah membunuhnya! Siapa yang bertemu dengan Abu al Bukhturi bin Harits maka janganlah membunuhnya! Siapa yang bertemu dengan Abbas bin Abdul Muththalib maka janganlah membunuhnya karena ia telah dipaksa untuk keluar,”

Abbas bin Abdul Muththalib tak lain merupakan paman Nabi. Dan mereka seusia. Mengutip Khalid Muhammad Khalid, adapun Abu al Bukhturi bin Harits tidak diketahui menyembunyikan Islam (dalam hati) dan tidak membantu Islam secara diam-diam seperti yang dilakukan oleh Abbas.

Satu-satunya kebaikan Abu al Bukhturi adalah bahwa ia tidak terlibat dalam menimpakan kejahatan dan kezaliman terhadap kaum Muslimin dan tidak suka dengan perbuatan kaum Quraisy lalu ia pergi ke medan Perang Badar dengan terpaksa dan berat hati.

Dalam perintah ini, Rasulullah tidaklah mengistimewakan Abbas yang merupakan pamannya.

Dalam riwayat kita mengetahui, bahwa paman nabi tersebut yakni Abbas bin Abdul Muththalib radiallahu anhu termasuk yang awal masuk Islam. Namun ia menyembunyikannya dari kaum Quraisy.

Abbas bin Abdul Muththalib baru mengumumkan keislamannya setelah Fathu Makkah.

Hal inilah yang menyebabkan para sejarawan mengelompokkannya ke dalam kelompok orang-orang yang masuk Islam belakangan. Namun, beberapa riwayat memberitahukan bahwa Abbas termasuk asabiqunal awalun.

Baca juga: Sahabat Nabi yang Para Sahabat Menjadikannya Wasilah Meminta Hujan

Abu Rafi, pembantu Rasulullah saw, mengatakan, "Aku adalah seorang budak milik Abbas bin Abdul Muththalib, Islam telah sampai kepada kami. Ahlul Bait, maka Abbas pun masuk Islam, diikuti oleh Ummul Fadhi dan diriku sendiri. Akan tetapi, Abbas merahasikan keislamannya.”

Abbas bin Abdul Muththalib radiallahu anhu termasuk sahabat Nabi yang sosoknya mirip dengan Rasulullah saw.  Beliau adalah paman Nabi Muhammad.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bagaimana Nabi Muhammad saw memuji sosok Abbas bin Abdul Muththalib. Rasulullah demikian menghormati beliau. Rasulullah pernah memuji dan menyanjung watak Abbas dengan mengatakan, "Inilah orang tuaku yang masih tersisa."

Ada kisah menarik mengenai Abbas bin Abdul Muththalib. Saat itu masa Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Saat itu tiba pada musim kemarau ekstrem.

Khalifah Umar bin Khattab dan kaum Muslimin berdoa. Mereka bermunajat kepada Allah untuk menurunkan hujan.  Sahabat Umar lalu berdiri. Ia memegang tangan kanan Abbas. Lalu mereka berdoa.

Baca juga: Usaid bin Hudhair, Sahabat Nabi yang Tetap Didapuk Sebagi Imam Salat Meski Sedang Sakit

"Ya Allah, sesungguhnya kami pernah memohon hujan dengan perantara Nabi-Mu dan beliau adalah Nabi kami. Ya Allah, sesungguhnya hari ini kami memohon hujan kepada-Mu dengan perantara paman Nabi Mu maka turunkanlah hujan kepada kami!"

Diceritakan, belum lagu umat Islam yang berada di sana, tiba-tiba turun gerimis disusul hujan deras. Para sahabat menghampiri dan merangkul Abbas. Mereka memeluk dan menjadikannya wasilah.

Abbas bin Abdul Muththalib adalah sahabat Nabi sekaligus orang Quraisy yang paling pemurah. Ia sangat senang menyambung silaturahmi. (*)

Baca juga: Suhail bin Amr, Sahabat Nabi yang Sebelum Memeluk Islam Sangat Menentang Rasulullah

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved