Breaking News:

Praperadilan Subhi Ditolak

BREAKING NEWS: Hakim Tolak Praperadilan yang Diajukan Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi

Berita Jambi-Hakim tunggal yang menangani perkara tersebut berpendapat, praperadilan tidak dapat diterima..

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
Mareza/tribunjambi
BREAKING NEWS: Hakim Tolak Praperadilan yang Diajukan Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hakim Pengadilan Negeri Jambi, Pertono menolak praperadilan yang diajukan mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, Subhi dalam sidang putusan, Senin (19/7/2021).

Hakim tunggal yang menangani perkara tersebut berpendapat, praperadilan tidak dapat diterima dengan beberapa pertimbangan.

Di antaranya, karena status tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO), sehingga praperadilan tidak dapat diterima. Hal itu merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomor 1 tahun 2018. Dalam penelusuran Tribunjambi.com, SEMA itu berkaitan tentang Larangan Pengajuan Praperadilan bagi Tersangka yang Melarikan Diri atau Sedang dalam Status Daftar Pencarian Orang.

"Menyatakan permohonan yang diajukan Pemohon tidak dapat diterima," kata hakim, Partono, di ruang sidang.

Oleh karena hakim menolak praperadilan tersebut, maka biaya yang muncul dibebankan pada Pemohon.

Perlu diinformasikan, permohonan praperadilan ini diajukan tersangka dugaan pemotongan insentif di BPPRD Kota Jambi tahun 2017-2019, Subhi, melalui tim kuasa hukumnya. Hal ini lantaran penetapannya sebagai tersangka dianggap tidak sesuai dengan aturan dan hukum yang ada.

Kejaksaan Negeri Jambi telah menetapkannya sebagai tersangka pada 17 Juni 2021 lalu melalui surat nomor: B-2356/L.5.10/Fd.1/06/2021 atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pembayaran dana insentif pemungutan pajak daerah/Badan Pengelolaan Pajak dan Restribusi Daerah

(BPPRD) Kota Jambi tahun Anggaran 2017-2019.

* Kuasa Hukum Akan Ajukan Praperadilan Lagi

Usai sidang, kuasa hukum Subhi, Indra Cahaya mengaku siap mengajukan praperadilan lagi.

"Kami akan buka prapedadilan lagi. Begitu kami datang diperiksa, kami akan gugat lagi, karena jelas-jelas di permohonan itu, bahwa penetapan tersangka tidak ada. Itu yang kami persoalkan," katanya di Pengadilan Negeri Jambi.

Saat disinggung apakah kliennya akan datang jika dipanggil ke pemeriksaan, dia menyebut akan datang.

"Pasti akan dtang, dia (Subhi) gentle kok, dia tidak melarikan diri, kapan dia melarikan diri?" timpalnya.

"Kita tunggu, kami minta keputusannya. Kalau sudah ada putusan, kita datang ke kejaksaan. Pak Subhi itu pejabat tinggi negara," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Baca juga: Kejati Jambi Peringati Hari Bakti Adhyaksa & HUT IAD dengan Bakti Sosial, Diikuti Penyerahan Kurban

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved