Kasus Penganiayaan

Wanita yang Dipukul Oknum Satpol PP Ngaku Hamil 9 Bulan, Tapi Menolak di USG : yang Tahu Tukang Urut

Riyana, seorang wanita yang dianiaya oknum Satpol PP Gowa saat penertiban PPKM Darutat akhirnya angkat bicara. Ia mengaku hamil meski eggan di USG.

Editor: Rohmayana
ist
Riyana (baju kuning) korban yang dipukul oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro 

"Kalau ke dokter memang tidak bisa, tidak nampak. Bisa buka FB saya tiap bulan perut saya bagaimana, kadang besar dan sebentar kempes," kata Riyana.

Riyana mengaku terkahir datang bulan tiga bulan lalu.

Ia mengaku mengetahui kehamilannya ini dari seorang tukang urut.

"Masalahnya ini pengobatan sendiri pak, memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran logika.

Iya tukang urut yang bilang saya hamil dan saya sendiri," katanya.

Baca juga: Doa Sesudah Sholat Dhuha dan Keutamaan Mengerjakannya Sebelum Waktu Dzuhur

Kronologi Kejadian

Kepada petugas, suami Riyana, Ivan menegaskan bahwa istrinya tengah hamil.

"Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak," kata Ivan.

Demi membela suaminya yang lebih dulu dipukul oknum Satpol PP Gowa, Riyana lantas berupaya melawan.

Namun sayangnya, upaya perlawanan tersebut justru membuat Riyana menjadi sasaran kekerasan oknum Satpol PP Gowa.

Saat live Facebook, Riyana juga mengaku mengalami kontraksi.

Tak henti sampai di situ saja, ketika sedang membuat laporan di kantor Polisi Riyana bahkan jatuh pingsan.

"kondisinya pada sata tempat kejadian seperti kita lihat bersama masih sempat histeris, masih syok menerima kejadian ini, setibanya di SPKT beliau kurang sehat jadi laporannya pertengahan dihentikan," kata Kanit Reskrim Polsek Bajeng Ipda Harianto dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Tvonenews.

Baca juga: Transisi Lokal, 71 Orang di Tanjung Jabung Barat Terpapar Covid-19, Sebagian Besar Belum Vaksin

Satpol PP Gowa Minta Maaf

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved