Breaking News:

Pertengahan Bulan Juli Hingga Agustus Akan Terjadi Hujan Meteor, Bisa Lihat Tanpa Peralatan Khusus

Hujan meteor Perseid terjadi saat Bumi melewati awan partikel debu dan puing-puing dari komet yang dikenal sebagai 109P/Swift-Tuttle.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Instagram
Ilustrasi Hujan Meteor Perseid 

TRIBUNJAMBI.COM - Mengutip nbcnews.com, hujan meteor Perseid terjadi setiap tahun dari sekitar pertengahan Juli hingga akhir Agustus.

Fenomena ini akan aktif pada 14 Juli hingga 24 Agustus 2021.

Sementara puncak hujan meteor terjadi pada 11, 12 dan 13 Agustus 2021.

Sebagai informasi, kecepatan hujan meteor Perseid ini mencapai 59 km per detik.

Hujan meteor Perseid terjadi saat Bumi melewati awan partikel debu dan puing-puing dari komet yang dikenal sebagai 109P/Swift-Tuttle.

Baca juga: Malam-malam Jokowi Keluar Istana Temui Warga, Bagikan Sembako dan Obat di Sunter, Menteri Kemana?

Baca juga: BKIPM Jambi Lakukan Restocking 20.000 Ekor Benih Ikan Nilem di Danau Teluk Kenali Kota Jambi

Baca juga: Hakim Akan Putus Praperadilan yang Diajukan Kepala BPPRD Kota Jambi Senin Mendatang

Dikutip dari cbsnews, komet tersebut ditemukan pada tahun 1862 oleh Lewis Swift dan Horace Tuttle. Ia mengorbit matahari sekali setiap 133 tahun, terakhir melewati tata surya bagian dalam pada tahun 1992.

Ketika partikel dari komet menghantam atmosfer dengan kecepatan hingga 140.000 mph, mereka menjadi panas dan muncul sebagai garis-garis cahaya di langit malam.

Potongan komet yang lebih besar yang menyebabkan meteor sangat terang disebut bola api.

Perseid paling baik dilihat di belahan bumi utara selama jam-jam sebelum fajar, meskipun kadang-kadang dimungkinkan untuk melihat di jam 10 malam.

Bagaimana Cara Melihat Hujan Meteor Perseid?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved