Tips Kesehatan
Gejala Gula Darah Tinggi yang Diwaspadai, Lebih Sering Buang Air Kecil dan Meningkatnya Rasa Lapar
Gejala gula darah tinggi yang perlu diwaspadai. Jika ada kelebihan gula dalam aliran darah berarti tubuh tidak dapat menggunakannya untuk bahan bakar
Dilansir dari Cleveland Clinic, seseorang dapat dianggap memiliki kadar gula darah tinggi jika:
- Gula darah puasa (tidak makan setidaknya selama 8 jam): di atas atau sebesar 125 mg/dL
- Gula darah satu sampai dua jam setelah makan: di atas atau sebesar 180 mg/dL
- Gula darah pada penderita gangguan toleransi glukosa atau pra-diabetes: 100 mg/dL sampai 125 mg/dL
- Hemoglobin A1C (HbA1C): di atas atau sebesar 6,5
Untuk mendeteksi kadar gula darah, seseorang sebenarnya bisa saja memanfaatkan alat cek gula darah di fasilitas kesehatan atau secara mandiri di rumah.
Tapi, beberapa kondisi juga bisa dicurigai sebagai tanda gula darah tinggi.
Baca juga: Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Konsumsi Tanaman Herbal, Ada Bawang Putih dan Kumis Kucing
Berikut ini gejala gula darah tinggi yang perlu diwaspadai:
1. Haus terus-menerus (polidipsia)
Dilansir dari Very Well Health, dalam upaya mengembalikan keseimbangan gula darah, tubuh mencoba membuang kelebihan gula melalui urine. Akibatnya, ginjal dipaksa untuk bekerja “lembur” menyerap kelebihan gula.
Tapi, karena tidak mampu mengimbangi beban glukosa, ginjal akan menarik cairan dari jaringan bersama dengan kelebihan gula.
Semakin banyak cairan yang hilang, maka semakin kuat keinginan seseorang untuk minum.
Jika seseorang merasa haus terus-terusan atau mengalmi mulut sangat kering, kondisi ini bisa menjadi tanda hiperglikemia.
2. Penglihatan kabur
Kadar gula yang tinggi memaksa tubuh untuk menarik cairan dari jaringan, termasuk lensa mata. Jika terjadi, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus dan mengakibatkan penglihatan kabur.
Baca juga: Manfaat Daun Pandan untuk Menurunkan Darah Tinggi dan Mengontrol Gula Darah
3. Kelelahan
Ketika gula tetap berada dalam darah dan bukannya dibawa ke sel untuk energi, sel-sel tubuh menjadi kekurangan makanan, sehingga membuat seseorang merasa lesu atau lelah.
Kondisi ini biasanya dapat terjadi setelah seseorang makan, terutama yang kaya akan karbohidrat.
4. Sakit perut