Breaking News:

Korupsi di Perkim Sungaipenuh

Mantan Kadis Perkim Sungai Penuh Dihukum Lebih Berat, Vonis 7 Tahun Penjara dan Denda Miliaran

Berbeda dengan Lusi Afrianti selaku bendahara pengeluaran, dalam putisan Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Nasrun selaku Kepala Dinas

tribunjambi/dedi nurdin
Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Sungai Penuh hadirkan dua ahli dalam persidangan dugaan korupsi Mantan Kadis Perkim Kota Sungai Penuh, Senin (15/3/2021) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berbeda dengan Lusi Afrianti selaku bendahara pengeluaran, dalam putisan Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Nasrun selaku Kepala Dinas Perkim Kota Sungai Penuh dihukum lebih berat.

Dalam putusan Pengadilan, Kamis (10/6/2021), ia dihukum dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikod Jambi berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian negara sekitar 3 miliar.

Nasrun terbukti menurut pengadilan telah menyalahgunakan kewenangan selaku Kepala Dinas pada Dinas Perkim Kota Sungai Penuh pada anggaran dinas tahun 2017, 2018 dan 2019.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Nasrun dengan pidana penjara selama 7 tahun," kata Ketua Majelis Hakim, Yandri Roni, membacakan amar putusan.

Selain hukuman penjara, Nasrun juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara. Untuk uang pengganti kerugian negara, Nasrun harus membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,7 miliar subsider 3 tahun penjara.

Dalam putusan majelis hakim tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan primer.

Hakim menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan subsider. Yakni Pasal 3 ayat (1), junto Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) Undang - undang No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana, junto Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Atas putusan yang dibacakan ini, kedua pihak baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Kejari Kota Sungai Penuh yang mengikuti persidangan melalui jaringan virtual menyatakan fikir-fikir untuk menerima atau melakukan upaya hukum lebih lanjut. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Abetnego Panca Putra Tarigan Deputi KSP Jokowi Tinjau Ulang Pendataan Suku Anak Dalam

Baca juga: BREAKING NEWS Bendahara Dinas Perkim Kota Sungai Penuh Dihukum 2,6 Tahun Penjara

Baca juga: Peran Denny Siregar dan Diaz Hendropriyono Staf Presiden Dibongkar Rizieq Shihab di Pengadilan

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved