Breaking News:

DPO Kejati Jambi Ditangkap

Jalan Panjang Proses Peradilan Kasus Korupsi Proyek Multiyears Aspal Jalan Senilai 90 Miliar di Tebo

Musashi Putra Batara dan Ir Saryono ditangkap setelah ditetapkan DPO Kasus Korupsi Proyek Multiyears Aspal Jalan Kabupaten Tebo.

tribunjambi/Dedy Nurdin
DPO Kasus Korupsi Proyek Jalan Multiyears Kabupaten Tebo Tiba di Kejati Jambi, Rabu (9/6/2021) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Musashi Putra Batara dan Ir Saryono ditangkap setelah ditetapkan DPO Kasus Korupsi Proyek Multiyears Aspal Jalan Kabupaten Tebo. Kedua terpidana ini ditangkap pada Rabu (9/6/2021) di Dua lokasi berbeda. Musashi ditangkap di Jakarta Timur, sementara Ir Saryono ditangkap di Kota Jambi.

Musashi maupun Ir Daryono merupakan dua dari empat terpidana yang dinyatakan terbukti bersalah oleh Pengadilan Negeri Jambi setelah melalui proses pembuktian di meja hijau.

Pada Oktober 2020 lalu, Ir Saryono, Musashi Pangeran Batara, Ali Arifin dan Deni Kriswardana menjalani sidang perdana dalam kasus Korupsi Proyek Multiyears Pengaspalan Jalan Kabupaten Tebo tahun 2013 sampai tahun 2015.

Ada dua paket pekerjaan pada proyek Multiyears ini. Yakni pekerjaaan pengaspalan jalan paket 10 yang dikerjakan oleh Ir Saryono selaku Direktur PT Rimbo yang dikerjakan bersama Ali Arifin.

Paket 10 sendiri lokasi pengaspalan mulai dari Pall 12 sampai Jalan 21 Unit 1, Kabupaten Tebo. Paket pekerjaan ini menggunakan dana APBD Kabupaten Tebo melalui pendanaan Multiyears dati tahun 2013 sampai 2015. Pagu anggaran pada paket 10 sekitar 60 miliar rupiah.

Namun dalam pelaksanaanya pekerjaan tidak dijalankan sesuai ketentuan awal yang mengakibatkan kerugian negara. Hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara senilai 22,5 miliar rupiah.

Sementara paket 11 pekerjaan pengaspalan jalan dari Muara Niro sampai dengan Muara Tabun dikerjakan oleh Musashi Pangeran Batara, Direktur PT Bunga Tanjung Raya dan Deni Kriswardana selaku Kuasa Direktur.

Untuk paket 11 nilai pagu anggaran 30 miliar. Bersumber dari APBD Kabupaten Tebo tahun 2013- 2015. Namun hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi awal sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai 11,2 miliar rupiah.

Dalam kasus yang sama, sebelumnya Pengadilan Negeri Jambi telah menghukum Joko Paryadi selaku Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Joko Paryadi kala itu merupakan pejabat Kepala Dinas PU Kabupaten Tebo. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Oktober 2015, Joko mulai menjalani persidangan di Pengadilan Jambi.

Ia harus mempertanggung jawabkan proyek dengan pagu anggaran 90 miliar tersebut. Dengan rincian 60 miliar untuk pengaspalan jalan paket 10 dan 30 miliar untuk paket pengaspalan jalan paket 11. Dalam perhitungan kerugian negara untuk dua pekerjaan itu mencapai 33 miliar rupiah.

Maret 2016, Joko Paryadi diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Jambi. Ia dihukum dengan pidana penjara selama 4,8 tahun penjara. Denda 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Ia sempat mengajukan upaya banding, kamis 19 Mei 2016 Pengadilan Tinggi mengeluarkan putusan yang menguatkan putusan sebelumnya.

Sejak berjalannya proses hukum kasus korupsi proyek Multiyears ini, ada lima orang yang telah ditetapkan tersangka. Selain Joko Paryadi adalah Ir Saryono, Musashi Pangeran Batara, Ali Arifin dan Deni Kriswardana. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Dua DPO Kejati Kasus Korupsi Proyek Multiyears Jalan Kabupaten Tebo Langsung Dieksekusi

Baca juga: Deretan Kapal Tempur PLA Navy China yang Bisa Rampok Kekayan Laut China Selatan dengan Serangannya

Baca juga: Yamaha NMax Jadi Pilihan Berkendara Entertainer Jambi Satu Ini

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved