Berita Nasional

Novel Baswedan Bakal Diangkat Jadi Jaksa Agung Jika Mahfud MD Jadi Presiden, Alasannya Karena Ini

Mahfud MD ternyata mempunyai harapan besar pada penyidik senior KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan.

Editor: Rahimin
tribunnews.com
Mahfud MD. Novel Baswedan Bakal Diangkat Jadi Jaksa Agung Jika Mahfud MD Jadi Presiden, Alasannya Karena Ini 

Novel Baswedan Bakal Diangkat Jadi Jaksa Agung Jika Mahfud MD Jadi Presiden, Alasannya Karena Ini

TRIBUNJAMBI.COM - Mahfud MD ternyata mempunyai harapan besar pada penyidik senior KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini punya keinginan mengangkat Novel Baswedan menjadi Jaksa Agung RI.

Mahfud MD bilang, ia dan Novel Baswedan telah lama saling mengenal.

Bahkan, Mahfud MD sering berdiskusi dengan Novel Baswedan.

Keinginannya untuk menjadikan Novel Baswedan menjada Jaksa Agung itu jika Mahfud D menjabat sebagai presiden Indonesia.

Pernyataan ini diungkapkan Mahfud MD saat menjadi pembicara dialog dengan Rektor UGM dan pimpinan PTN/PTS seluruh Yogyakarta yang ditayangkan YouTube Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Saat itu, Mahfud MD tengah ditanya dengan isu yang terkait pemberantasan korupsi.

Termasuk isu-isu yang berkaitan dengan pelemahan KPK melalui pemecatan puluhan pegawainya dari lembaga anti rasuah.

Mahfud MD menegaskan dirinya pro terhadap KPK.

Bahkan sejak dulu, ia selalu berupaya menghalangi orang-orang yang berusaha untuk melemahkan lembaga anti rasuah.

Asyik Tidur Dengan Istri Orang, Brigadir ET Ditangkap Anggota Propam Subuh Hari di Rumah Selingkuhan

Kejaksaan RI Buka 4148 Formasi CPNS Untuk SMA/SMK, S1 hingga S2

Ramalan Zodiak Senin 7 Juni 2021, Aries Sedih, Taurus Alami Kemunduran, Leo Hebat, Virgo Ambisius!

"Saya sejak dulu pro KPK. Saya ketua MK, 12 kali itu ingin dirobohkan undang-undangnya dan saya bela dan menangkan KPK terus. Tetapi keputusan tentang KPK itu tidak di pemerintah saja, ada di DPR, ada di partai dan di civil society dan civil society ini akan pecah juga," kata Mahfud.

Mahfud kemudian bercerita mengenal baik dengan sejumlah pegawai KPK yang terancam dipecat tersebut. Termasuk dengan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Menurut Mahfud, dia dan Novel Baswedan telah lama saling mengenal.

Dia pun menceritakan salah satu pertemuannya saat tengah membahas mengenai isu pemberantasan korupsi.

Dalam pertemuan itu, baik Novel-Mahfud saling mengagumi satu sama lainnya.

Saat itu lah, dia sempat mengungkapkan keinginannya jadikan Novel Baswedan jadi Jaksa Agung jika dikasih kesempatan menjabat presiden Indonesia.

"Pak Novel Baswedan sambil hormat bilang kalau pemimpin negara seperti bapak semua beres negara ini. Dia bilang begitu. Kalau saya jadi presiden, Anda Jaksa Agung. Waktu itu saya bilang," ungkapnya.

Kata Mahfud MD, ada sebagian orang yang tidak senang dengan Novel karena dituding sosok yang politis.

Pasalnya, Novel dituding kerap mengincar orang dan partai-partai tertentu dalam penyidikan kasus korupsi.

"Jadi saya kenal baik dengan Pak Novel Baswedan beberapa kali ke rumah dan beberapa kali ke kantor saya dan saya juga nengok ketika dia diserang air keras. Saya nengok ke rumah sakit. Ketika orang banyak tidak nengok karena takut dan karena segan, saya tetap nengok," tukas dia.

KPK Dihantam Koruptor

Mahfud MD menyampaikan para koruptor tengah bersatu untuk menghantam untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian disampaikan Mahfud dalam dialog dengan Rektor UGM dan pimpinan PTN/PTS seluruh Yogyakarta yang ditayangkan YouTube Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Novel Baswedan
Novel Baswedan (TRIBUNNEWS)

Semula, Mahfud MD ditanyakan seputar masalah 51 orang pegawai KPK yang terancam dipecat karena tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Mahfud MD menyetujui dirinya berada di pihak yang sama dengan lembaga anti rasuah.

Namun, kata Mahfud MD, sejumlah pihak punya pendapat lain. Termasuk koruptor yang dendam dengan KPK dan berusaha untuk dapat melemahkannya dengan cara apapun.

"Saya sangat hormat pada anak anak ini semua. Tetapi orang yang merasa punya data lain dan koruptor-koruptor yang dendam dan koruptor yang belum ketahuan tetapi takut ketahuan ini sekarang bersatu untuk hantam itu," kata Mahfud.

Mahfud MD mengklaim pelemahan yang dialami KPK bukan kesalahan presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tercatat, kata dia, sudah beberapa kali eks Gubernur DKI Jakarta itu berupaya untuk menghentikan pelemahan ini.

Misalnya, saat presiden Jokowi berupaya untuk terbitkan Perppu untuk membatalkan rencana revisi UU KPK beberapa waktu lalu. Menurut Mahfud, upaya itu justru kandas karena dapat pertentangan dari DPR dan Partai Politik.

"Ketika presiden mengeluarkan Perpu untuk undang-undang itu itu kan hantam kanan kiri. Bahwa DPR tidak setuju dan partainya tidak setuju. Bagaimana ingin mengeluarkan Perpu tapi ditolak artinya permainan itu tidak mudah. Tetapi saya sama seperti bapak dan masyarakat mendukung KPK itu harus kuat dan oleh sebab itu tinggal bagaimana menguatkan itu," ungkap dia.

Lebih lanjut, Mahfud menuturkan semua pihak untuk tidak meragukan komtimen dirinya untuk penguatan terhadap KPK. Dia pun mengungkit perjuangannya dahulu saat masih menjabat ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya sejak dulu pro KPK sejak dulu. Saya ketua MK, 12 kali itu (KPK) ingin dirobohkan undang-undangnya dan saya bela dan menangkan KPK terus. Tetapi keputusan tentang KPK itu tidak di pemerintah saja, ada di DPR, ada di partai dan di civil society dan civil society ini akan pecah juga," jelas dia.

Tak hanya itu, Mahfud mengaku juga mengenal baik orang-orang yang bekerja di KPK. Termasuk salah satu penyidik seniornya Novel Baswedan.

Berniat Bantu Pemuda yang Kehabisan Ongkos,Wanita Muda di Lubuklinggau Malah Jadi Korban Perampokan

Kisi-kisi Materi Tes CPNS 2021 Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Link Tryout

"Saya kenal baik dengan Pak Novel Baswedan beberapa kali ke rumah dan beberapa kali ke kantor saya dan saya juga nengok ketika dia diserang air keras saya nengok ke rumah sakit. Ketika orang banyak tidak nengok karena takut dan karena segan, saya tetap nengok," tukasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD: Kalau Saya jadi Presiden, Novel Baswedan Jadi Jaksa Agung 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved